Breaking News:

Berita Bekasi

Minim Akses Kendaraan Roda Empat, Bahan Material Perbaikan Jalan Diangkut Menggunakan Perahu Warga

Belum lagi, pekerja harus berlomba dengan banjir rob yang selalu merambah permukiman warga di setiap bulan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Jalan lingkungan di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, yang telah diperbaiki. 

TRIBUNBEKASI.COM, MUARAGEMBONG ---  Minimnya akses jalur kendaraan roda empat di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, menyebabkan perbaikan jalan utama di Kampung Beting, terpaksa menggunakan konblock.

Bahkan pengangkutan material perbaikan jalan harus dilakukan dengan cara menyewa perahu milik warga setempat.

"Jangan kan truk pengangkut aspal, ini saja kami angkut material dan konblock butuh berhari-hari pakai perahu warga yang kami sewa. Jadi memang akses kendaraan roda empat di sana masih minim," ucap Sekretaris Desa Pantai Bahagia Qurtubi saat dikonfirmasi.

Minimnya akses kendaraan roda empat di Kampung Beting menjadi faktor utama rumitnya pengerjaan perbaikan jalan.

Baca juga: Akses Jalan Menuju Pesona Wanajaya Gelap saat Malam, Pengelola Minta Pemkab Bekasi Perbanyak PJU

Baca juga: 55 Ribu Penduduk di Kecamatan Cabangbungin Terancam Kebanjiran Akibat Tanggul Sungai Citarum Jebol

Belum lagi, pekerja harus berlomba dengan banjir rob yang selalu merambah permukiman warga di setiap bulan.

Pihaknya bahkan harus menyicil pengangkutan material pada Desember 2021 lantaran terkendala banjir rob dan hujan.

"Memang dana desa sudah selesai, tapi kami nyicil material dari Desember 2021 karena aksesnya sulit. Butuh waktu 13 hari sampai pengerjaan perbaikan jalan 650 selesai. Kita juga kejar-kejaran sama cuaca, kadang hujan, kadang banjir rob," ungkapnya.

BERITA VIDEO : IMBAU WARGA BEKASI TAK BUANG SAMPAH SEMBARANGAN

Biaya penyewaan perahu milik warga juga dinilainya tidak murah.

Sekali rit atau perjalanan bolak-balik mengangkut material, biaya sewa yang dikeluarkan berkisar Rp700 ribu.

"Ya memang bukan perkara mudah untuk memperbaiki jalan di sini. Biaya sekali rit saja sudah Rp700 ribu. Itu juga paling banyak sehari hanya 3 kali bolak-balik lewat jalur sungai," kata Qurtubi.

Minimnya akses roda empat sangat menyulitkan pembangunan infrastruktur dan distribusi komoditas barang untuk warga di Desa Pantai Bahagia.

"Ada lebih dari 32 kilometer jalan di Desa Pantai Bahagia yang butuh perhatian. Bayangkan, itu semua menjadi tanggung jawab pemdes. Kalau hanya mengandalkan dari dana pemdes, ya sudah pasti sangat lambat progres pembangunan fisik di sini," ucapnya. 


 
 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved