Breaking News:

Berita Bekasi

Pemkot Bekasi Anggarkan Rp 1,1 Miliar untuk Karangan Bunga, Ketua DPRD: Bukanlah Pemborosan

Dilain sisi, pria yang juga berasal dari Fraksi PKS itu menyebut jika pemberian karangan bunga merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak lama.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi Chairoman J. Putro menyoroti terkait pengadaan karangan bunga Rp 1,1 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR --- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, Chairoman J. Putro menyoroti terkait pengadaan karangan bunga Rp 1,1 miliar dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022 Kota Bekasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

Chairoman menyebut jika anggaran tersebut bukanlah pemborosan anggaran karena nilai yang telah dianggarkan itu telah disesuaikan berdasarkan aktual realisasi anggarannya.

Sehingga Wali Kota maupun Wakil Wakil Kota bisa menggunakan sesuai dengan perencanaan yang ada.

"Kita memahami sebagai kepala daerah, maka di satu sisi ketidak hadiran Wali Kota dapat direpresentasikan dengan karangan bunga dan itu cukup memadai, karena itu tidak mungkin wali kota prioritas untuk memenuhi undangan berbagai instansi, bisa wisuda, pernikahan," kata Chairoman ditemui, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Anggarkan Karangan Bunga Rp 1,1 M dari APBD 2022, Pepen: Jangan Dilihat Nilainya Tapi Perhatiannya

Baca juga: Minim Akses Kendaraan Roda Empat, Bahan Material Perbaikan Jalan Diangkut Menggunakan Perahu Warga

Dilain sisi, pria yang juga berasal dari Fraksi PKS itu menyebut jika pemberian karangan bunga merupakan tradisi yang sudah berjalan sejak lama.

Karena menurut, Chairoman jika pemberian karangan bunga tersebut merupakan  bentuk apresiasi perhatian sekaligus respon dari pejabat daerah.

"Dengan sedemikian undangan dia (Wali Kota) bisa memenuhi kewajiban untuk menjamin hubungan dan memelihara komunikasi dengan tokoh masyarakat, institusi, bisa komunitas, bahkan tokoh masyarakat yang bisa dihargai. Misalnya ada hajatan, pelantikan," katanya.

BERITA VIDEO : BUNGA DUKA CITA HIASAI RUMAH VANESSA DAN BIBI

Menyikapi anggaran yang dikucurkan berasal dari APBD yang juga merupakan uang rakyat, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran Kota Bekasi menyebut jika kepala daerah juga merupakan perwakilan rakyat, sama halnya dengan kepala daerah lainnya.

"Wali Kota apapun konteksnya, merupakan kepala daerah. Dia memiliki apa namanya ya. Mewakili, warga kota Bekasi sebagai kepala daerah, sama dengan kepala daerah lainnya, Gubernur mewakili warga jabar misalnya, Presiden kepala negara, nah simbol tersebut patut kita hargai," ujarnya.

Meskipun anggaran karangan bunga senilai Rp 1,1 miliar ini menjadi perbincangan masyarakat, Chairoman menyebut dapat memahami hal itu. 

"Ya gak apa apa, namanya masyarakat demokratis pastilah ada pro dan kontra dan yang ngaku setuju pun bisa dimengerti," ucapnya. 
 
 
 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved