Breaking News:

KPK OTT Pepen

Pengamat Kebijakan Publik: Ada Kebijakan Rahmat Effendi yang Blunder saat Jabat Wali Kota Bekasi

"Kebijakan Kartu Sehat itu menurut saya bagus, tapi berdampak negatif bagi keuangan daerah. Makanya waktu itu pengeluaran Pemkot Bekasi membengkak

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Kompas.com
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1/2021) siang tadi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi diduga ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (5/1/2021) siang.

Politisi dari Partai Golkar itu, beritakan diamankan bersama sejumlah pengusaha swasta yang kini telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas UNISMA, Adi Susila menjelaskan terdapat kebijakan Rahmat Effendi yang dinilainya blunder ketika menjabat sebagai Wali Kota Bekasi pada awal periode kedua, yakni pada 2018 lalu.

Salah satunya yakni saat Pemkot Bekasi menerbitkan Kartu Sehat (KS) yang disebut Adi lebih 'sakti' daripada fasilitas yang diberikan oleh BPJS Kesehatan pada 2017 lalu.

Baca juga: KPK OTT Rahmat Effendi, Ketua DPP PDIP dan Wakil Wali Kota Bekasi Tidak Tahu: Kita Sibuk Sama Partai

Baca juga: Pasca Kabar Operasi Tangkap Tangan KPK, Kantor Rahmat Effendi di Stadion Patriot Sepi

"Kebijakan Kartu Sehat itu menurut saya bagus, tapi berdampak negatif bagi keuangan daerah. Makanya waktu itu pengeluaran Pemkot Bekasi jadi membengkak," kata Adi saat dikonfirmasi.

Warga ber-KTP Kota Bekasi tak hanya dapat berobat di rumah sakit swasta di Kota Bekasi, namun juga luar daerah. Alhasil, keuangan daerah semakin menipis untuk membiayai pengobatan warga Kota Bekasi.

Kebijakan tersebut, sambung Adi, dikritisinya sebagai langkah Rahmat Effendi untuk menarik perhatian masyarakat sebelum Pemilu 2018.

"Bisa jadi itu cara Bang Pepen untuk menarim perhatian masyarakat sebelum pemilu. Dan memang dampaknya sangat luar biasa bagi masyarakat Kota Bekasi," ungkapnya.

BERITA VIDEO : KETUA TIM DI DITJEN PAJAK DITAHAN KPK

Meski begitu, wajah Kota Bekasi di masa kepemimpinan Rahmat Effendi selama dua periode, dinilai Adi mengalami banyak perubahan ke arah yang lebih baik.

"Kalau dari segi pembangunan fisik, kita enggak bisa pungkiri. Banyak perubahan yang signifikan di Kota Bekasi. Seperti pembenahan Stadion PCB, pembangunan fly over dari dana hibah Pemprov Jakarta, Underpass Bulak Kapal. Pembenahan Jalan Ahmad Yani," katanya.

Baca juga: Sebelum Terjaring OTT KPK, Pepen Bikin Heboh Anggarkan Pengadaan Karangan Bunga Senilai Rp 1,1 M

Kemahiran Rahmat Effendi untuk melobi sejumlah pejabat daerah, provinsi maupun nasional membawa banyak perubahan dalam pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi.

"Ya itu semua juga karena peran besar dari beliau yang pandai dalam melakukan lobi-lobi hingga ke tingkat atas. Banyak PSN (proyek skala nasional) yang berhasil dibangun saat beliau menjabat," tutur Adi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved