Breaking News:

Berita Bekasi

Kejar Target 2022, BPN Kabupaten Bekasi Tambah 4 Tim PTSL

Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi melantik 4 Tim PTSL 2022.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
blog.tribunjualbeli.com
BPN Bekasi telah memiliki 4 Tim Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2022. Keterangan foto: Ilustrasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG -- Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi mendapat target cukup besar pada 2022 ini.

"Di tahun 2022 untuk pengukuran Peta Bidang Tanah (PBT) kami tergetkan ada 40.000 bidang tanah, untuk Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) sebanyak 56.600, sedangkan untuk K4 targetnya sebanyak 10.000," kata Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi, Hiskia Simarmata.

Dia optimistis bisa mencapai target itu, karena BPN Bekasi memiliki 4 Tim Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2022.

Pada Jumat (7/1) siang Hiskia Simarmata melantik secara resmi Tim PTSL 2022, yang berlangsung di ruangan Meuligo Ballroom, Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Cikarang Selatan.

Pada acara tersebut Hiskia Simarmata berharap seluruh Tim PTSL, baik pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi dan Pejabat Desa/Kelurahan yang terlibat, dapat bersinergi dan terus meningkatkan kinerjanya.

"Kami telah melantik tim PTSL tahun 2022, yang akan bertugas untuk mencapai target PTSL di Kabupaten Bekasi pada tahun ini. Semoga mereka dapat bekerja dengan sebaik-baiknya," ucap Hiskia melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/1/2022).

Hiskia menjelaskan, jumlah tim PTSL yang dilantik sebanyak 4 tim dengan wilayah sasaran yang tersebar di 54 desa dan 12 kecamatan, yang menjadi penetapan lokasi (penlok) dari target PTSL tahun ini.

Dengan target tahun 2022 ini, dirinya optimistis terhadap 4 tim yang baru saja dilantik mampu bekerja secara cepat, profesional, dan tepat sasaran.

Dirinya juga mengajak peran serta para perangkat desa untuk bekerja sama dengan tim pelaksana percepatan pendaftaran PTSL, agar saling membantu untuk melayani masyarakat, agar tidak lagi terjadi masalah hak tanah di masa depan.

"Target-targetnya sudah jelas mengenai kuota di tiap-tiap desa, artinya kami harus bersinergi untuk mencapai target sasaran itu, agar masyarakat memiliki hak atas tanahnya dengan kepastian hukum yang tepat," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved