Breaking News:

Berita Kriminal

Penipu Ini Raup Ratusan Juta Rupiah, Modus Janjikan Korbannya Jadi Pegawai Honorer di Pemkot Bekasi

Polres Metro Bekasi Kota bongkar kasus penipuan bermodus pelaku mengimingi korbannya jadi pegawai honorer di Kantor Wali Kota Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Kompas.com
Foto: Polres Metro Bekasi Kota bongkar kasus penipuan bermodus pelaku mengimingi korbannya jadi pegawai honorer di Kantor Wali Kota Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, MEDANSATRIA - Kasus penipuan dibongkar pihak Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota.

Penipuan ini diketahui tawarkan korban jadi tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Namun, kasus penipuan TKK Pemerintah Kota Bekasi ini terbongkar, setelah banyaknya laporan yang masuk.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki membenarkan adanya kasus tenaga kerja kontrak bodong itu.

Baca juga: Polisi Bongkar Aksi Penipuan MAD, Janjikan Korbannya Jadi Pegawai Honorer di Kantor Wali Kota Bekasi

Baca juga: Belasan Orang jadi Korban Penipuan Penerimaan Tenaga Kerja Kontrak di Pemkot Bekasi

Baca juga: Polisi Hati-hati Menetapkan Status Oknum Kelurahan yang Diduga Menipu Rekrutmen TKK Bodong

Ia mengatakan dalam pengungkapan kasus TKK bodong ini, Polres Metro Bekasi mengamankan pelaku berinisial MAD (44).

Ratusan juta pun sudah dinikmati tersangka atas aksinya itu.

"Kami berhasil mengamankan tersangka atas nama MAD, modus operandi dilakukan tersangka, yaitu menjanjikan korban untuk diterima jadi pegawai honorer di lingkungan Wali Kota Bekasi," kata Kombes Hengki di Mapolrestro Bekasi Kota, Sabtu (8/1/2022).

Berdasarkan keterangan tersangka, MAD menawarkan beberapa orang yang tengah mencari pekerjaan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki (Tengah) memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus di Mapolrestro Bekasi Kota. Sabtu (8/1).
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki (Tengah) memperlihatkan barang bukti hasil pengungkapan kasus di Mapolrestro Bekasi Kota. Sabtu (8/1). (Tribun Bekasi/Joko Supriyanto)

Nama MAD pun mulai dikenal, setelah beberapa korban yang dijanjikan oleh tersangka bercerita kepada beberapa orang, sehingga banyak dari korban yang akhirnya tergiur.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved