Breaking News:

Berita Bekasi

Pemkab Bekasi Tidak Gunakan Lagi Vaksin Sinovac untuk Program Dosis Ketiga

Pasalnya dari 80 persen total target yang telah divaksinasi, lebih dari 50 persen masyarakat menggunakan Sinovac saat penyuntikan dosis pertama.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
ILUSTRASI VAKSINASI ANAK --- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga meninjau pelaksanaan vaksinasi di RW 028; Kelurahan Kebelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (3/8/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG --- Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi kemungkinan tak akan menggunakan vaksin bermerk Sinovac untuk dijadikan program vaksinasi booster atau dosis ketiga bagi masyarakat umum.

Tingginya kebutuhan vaksin keluaran negara China itu, jadi alasan utama pihaknya tak menjadikan Sinovac sebagai salah satu opsi.

"Kalau Sinovac sepertinya belum akan dijadikan booster. Karena kami masih punya kebutuhan banyak untuk Sinovac," kata¬† Wakil Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Masrikoh, saat dikonfirmasi, Selasa (11/1/2022).

Pasalnya dari 80 persen total target yang telah divaksinasi, lebih dari 50 persen masyarakat menggunakan Sinovac saat penyuntikan dosis pertama.

Baca juga: Program Vaksinasi Covid-19 Booster Mulai 12 Januari 2022, Ini Jenis Vaksin Disuntikkan ke Masyarakat

Baca juga: Berlangsung 12 Januari 2022, Berikut Ini Kelompok yang Mendapatkan Vaksinasi Covid-19 Booster Gratis

"Kami kan vaksinasi sudah lebih dari 80 persen, nah lebih dari 50 persennya itu pakai Sinovac saat dosis kesatu," ungkapnya.

Sehingga saat penyuntikan dosis kedua, pihaknya diwajibkan untuk kembali menggunakan vaksin Sinovac. Seperti untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan 13-17 tahun.

"Untuk dosis kedua, banyak butuhnya. Kan anak 6-11 tahun belum dosis kedua, terus 12-17 belum semua tuntas. Jadi Sinovac jangan dulu digunakan buat booster, takutnya dosis keduanya kehabisan karena anak-anak harus pakai Sinovac lagi," tutur Masrikoh.

BERITA VIDEO : ANTUSIAS VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN DI SDN TELUKJAMBE 2 KARAWANG

Meski begitu, Masrikoh menuturkan pelaksanaan dan teknis vaksinasi booster masih akan menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diskusi diputuskan pada malam ini.

"Masih nunggu keputusan rapat sama Kemenkes nanti malam, masih belum ada instruksi yang pasti, bisa jadi besok, bisa jadi mundur," katanya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved