Breaking News:

Berita Bekasi

Cerita Warsidi, Perawat Buaya di TBIJ yang Pasrah Digaji Rp 400.000 per Minggu

Lelaki yang kini berusia 48 tahun ini bahkan setia bekerja hingga kepengurusan taman buaya beralih ke generasi ketiga.

Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Warsidi (48), bersiap memberi makan ratusan buaya koleksi Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) di Jalan Raya Serang - Cibarusah KM 3 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM — Di balik kebesaran Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) di Jalan Raya Serang - Cibarusah KM 3 Bekasi, Jawa Barat terdapat sosok yang tak bisa dilupakan jasanya.

Dia adalah Warsidi, karyawan yang puluhan tahun mengabdikan dirinya untuk merawat buaya-buaya di objek wisata reptil buas tersebut.

Lelaki yang kini berusia 48 tahun ini bahkan setia bekerja hingga kepengurusan taman buaya beralih ke generasi ketiga.

Tak heran, dirinya pun ikut dalam bagian sejarah taman buaya Indonesia, mulai dari penangkaran di Jakarta (tutup), penangkaran di Tangerang (tutup) dan kini di Bekasi, persisnya di Desa Sukaragam, Jalan Raya Serang - Cibarusah KM 3 Bekasi, Jawa Barat.

"Saya ngurusin buaya sejak tahun 1986 sampai sekarang. Saat itu masih usia 14 tahun. Di sini dari tahun 1991 hingga saat ini," ujarnya saat ditemui Warta Kota, jaringan berita TribunBekasi.com, Selasa (11/1/2022).

Warsidi-12janB
Warsidi (48), perawat buaya di Taman Buaya Indonesia Jaya (TBIJ) di Jalan Raya Serang - Cibarusah KM 3 Bekasi, Jawa Barat, saat ditemui, Selasa (11/1/2022).

Bukan tanpa alasan Warsidi mau bekerja menjadi pengurus buaya.Kondisinya kala itu telah yatim, sehingga hatinya tergerak membantu ibunya mencari uang.

Tawaran untuk bekerja pun ia terima dari pemilik taman buaya Indonesia Jaya (almarhum Lukman Arifin)

"Tidak tahu, jiwa saya malah larinya ke penangkaran buaya. Dulu buayanya sampai 15.000 ekor, kalau sekarang kisaran 600 ekor. Disini 320-an sisanya di Tanjung Pasir," tambahnya.

Hal Tersulit

Tak terhitung pula buaya yang telah ia rawat sejak kecil hingga besar. Bagi Warsidi, merawat buaya termasuk gampang-gampang susah. Hal tersulitnya hanya ada pada saat musim kawin, serta saat buaya mati.

Halaman
123
Sumber: Wartakota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved