Breaking News:

Berita Karawang

Pemkab Karawang Targetkan Rehab 240 Ruang Kelas Rusak pada 2022

Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri menegaskan persoalan ruang kelas rusak maupun bangunan sekolah tak layak akan segera dituntaskan.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
Bangunan tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongsari 1, Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ambruk. 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat akan merehab 240 ruang kelas yang kondisinya rusak pada tahun 2022.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri mengatakan dari hasil inventarisir ada sebanyak 468 ruang kelas yang kondisinya rusak, mulai dari ringan, sedang hingga berat.

Akan tetapi untuk tahun 2022 ini, baru 240 ruang kelas yang akan dilakukan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

"Bahwa 2022 ini Pemerintah Kabupaten Karawang akan merahab sebanyak 240 ruang kelas sekolah yang rusak," ujar Acep, pada Kamis (13/1/2022).

Acep tak merinci besaran anggaran untuk perbaikan 240 ruang kelas rusak tersebut. Akan tetapi dia menegaskan persoalan ruang kelas rusak maupun bangunan sekolah tak layak akan segera dituntaskan.

Baca juga: Miris, Atap dan Tembok Tiga Ruang Kelas di SDN Bojongsari 1 Karawang Ambruk

Baca juga: Bangunan Lapuk Jadi Penyebab Ambruknya Bangunan SDN Bojongsari 1 Karawang

Baca juga: Kondisi 900 Gedung Sekolah di Karawang Rusak Berat, Pemkab Lakukan Perbaikan dengan Skala Prioritas

"Kami sudah minta ke Dinas Pendidikan dan Olahraga (Diskdipora) serta Dinas PUPR, sesuai arahan bupati sekolah-sekolah yang rusak agar diprioritaskan," jelas dia.

Untuk mempercepat penyelesaian bangunan sekolah rusak itu, Acep mengungkapkan pihaknya akan mendorong perusahaan untuk menggunakan Dana Sosial Perusahaan (CSR) untuk perbaikan sekolah. Sebab, jika mengandalkan APBD sangat terbatas.

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Karawang itu menambahkan Bupati Cellica juga akan segera membuat peraturan bupati (perbup) tentang CSR.

"Saya minta pihak perusahan untuk dana CSR itu lebih efisien dan efektif yang merubah  wilayah managerialnya oleh Bappeda. Adapun soal Perda CSR sudah ada sekarang akan dibuatkan Perbupnya. Semoga ini menjadi soluasi dalam percepatan perbaikan bangunan sekolah rusak," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved