Breaking News:

Berita Bekasi

Polres Metro Bekasi Fokus Kurangi Angka Kasus Kejahatan Jalanan di Kabupaten Bekasi

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2021, kasus yang kerap terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ichwan Chasani
Tribun Bekasi/Rangga Baskoro
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Gidion Arif Setyawan. 

TRIBUNBEKASI.COM — Tongkat kepemimpinan Kapolres Metro Bekasi telah diamanatkan dari tangan Kombes Hendra Gunawan kepada Kombes Gidion Arif Setyawan pada Selasa (4/1/2022) lalu.

Di masa kepemimpinannya, Kombes Gidion Arif Setyawan menjelaskan bakal memfokuskan upaya mengurangi angka kasus kriminal tertinggi yang terjadi di Kabupaten Bekasi.

"Karena sekarang memasuki situasi kamtibmas awal tahun 2022, maka kami melakukan evaluasi pada kejadian di tahun 2021. Ada tiga kasus yang sering terjadi di Kabupaten Bekasi," tutur Kombes Gidion Arif Setyawan saat dikonfirmasi, Kamis (13/1/2022).

Berdasarkan hasil evaluasi di tahun 2021, kasus yang sering terjadi di wilayah hukum Polres Metro Bekasi adalah kasus pencurian dengan kekerasan (curas).

"Berdasarkan data yang ada, masih berada di seputar street crime atau yang lebih dikenal dengan kejahatan jalanan. Peringkat pertama yang masuk crime index adalah curas atau yang lebih dikenal masyarakat dengan pembegalan, bahasa hukumnya pencurian dengan kekerasan," ujarnya.

Baca juga: Polres Metro Bekasi Targetkan Vaksin Booster Anggota Kepolisian Selesai 17 Januari

Baca juga: Polres Metro Bekasi Klaim Angka Kasus Kriminal Menurun pada Tahun 2021

Baca juga: Waspada Omicron, Polres Metro Bekasi Awasi Tenaga Kerja Asing dan Warga Baru Pulang dari Luar Negeri

Kemudian menyusul kasus pencurian dengan pemberatan atau curat. Perbedaan antara curas dan curat yakni terletak pada luka yang dialami korban.

"Kemudian di Kabupaten Bekasi ini, yang kedua adalah pencurian dengan pemberatan, dilakukan dengan membawa alat, namun tidak sampai melukai korban," ungkap Gidion.

Terakhir, pihaknya juga akan berupaya menurunkan angka kasus tawuran yang melibatkan anak-anak, baik yang masih sekolah maupun yang putus sekolah.

"Kasus tawuran juga menjadi perhatian kami untuk diturunkan angka kasusnya," katanya.

Gidion menambahkan di tahun 2022 ini, pihaknya juga akan mendukung pemerintah untuk menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

"Untuk fokus kamtibmas kedepan, masih seputar permasalahan Covid-19, sehingga dalam hal ini, kami kepolisian akan memberikan dukungan kepada pemerintah untuk menuntaskan permasalahan vaksinasi," ujar Gidion.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved