Breaking News:

Berita Bekasi

Dinkes Kota Bekasi Pastikan Vaksinasi Booster Tak Ganggu Vaksinasi Primer Dosis Lengkap

Pemberian booster atau dosis ketiga ini masih menggunakan stok vaksin yang di miliki oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
TribunBekasi.com/Joko Supriyanto
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN — Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati memastikan jika pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster tidak akan menganggu vaksinasi primer dosis lengkap (1 dan 2) yang saat ini tetap masih dilaksanakan.

Sebab, menurut Tanti pemberian booster atau dosis ketiga ini masih menggunakan stok vaksin yang di miliki oleh Pemerintah Kota Bekasi, dan sejauh ini ada sebanyak 170 dosis vaksin yang tersedia.

"Saat ini masih pakai stok vaksin yang ada. Kita selalu akan mengantisipasi, karena kita akan mengelola resiko kembali jangan sampai ada vaksin palsu yang nantinya tidak dapat terpakai atau expire," kata Tanti Rohilawati, Jumat (14/1/2022)

Jika berdasarkan data tabulasi kebijakan penanganan Covid-19 dan tranformasi pemulihan ekonomi Kota Bekasi, saat ini per tanggal 13 Januari 2022, Pemerintah Kota Bekasi memiliki 161.918 dosis vaksin.

Dari ratusan ribu dosis vaksin itu, rinciannya adalah Sinovac di Instalasi Farmasi sebanyak 85.060 dosis, dan di 47 Puskesmas yang ada di Kota Bekasi sebanyak 63.800 dosis, total vaksin sinovac ada 148.860 dosis.

Baca juga: Vaksin Booster di Kota Bekasi Digelar di Seluruh Puskesmas, Simak Syaratnya!

Baca juga: Demi Kesehatan Jadi Alasan Herman Lansia 65 Tahun Ikuti Vaksinasi Booster

Untuk vaksin jenis AstraZeneca di Kota Bekasi saat ini tercatat hanya ada 620 dosis di 47 Puskesmas.

Untuk Sinopharm kosong, Moderna kosong, dan vaksin jenis Pfizer di Instalasi Farmasi terdapat 6.760 dosis, untuk di 47 Puskesmas ada sebanyak 5.604 dengan total vaksin Pfizer yang dimiliki oleh Pemkot Bekasi saat ini yaitu 12.438 dosis.

"Nantinya jika ada ambang batas waktu dalam jangka waktu waktu seminggu kita akan kehabisan, maka kita akan segera meminta atau melayankan surat kepada Provinsi dan Kementerian Kesehatan. Kemarin di dalam catatan disposisi PLT Walikota juga sudah mengingat kan kami agar mengantisipasi jangan sampai stok vaksin habis," ucapnya.

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved