Breaking News:

Penculikan

Polisi Tangkap Penculik Bocah Perempuan di Tangsel, Terungkap Motifnya Sungguh Menyeramkan

Pelaku penculikan A tertangkap, dan motifnya melakukan penculikan sungguh mengerikan.

Penulis: Rizki Amana | Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rizki Amana
Seorang pria berinisial DFR, ditangkap polisi dan disebut sebagai penculik bocah perempuan berinisial A, di Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Polisi mengadakan jumpa pers kasus penculikan di Setu itu pada Jumat (15/1/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM, SERPONG - Seorang pria ditangkap aparat reserse Polres Tangerang Selatan (Tangsel), dan disebut-sebut sebagai penculik anak perempuan berinisial A.

Kapolres Tangsel, AKBP Sarly Sollu, mengatakan bahwa pria tersebut masih muda namun notifnya menculik A sangat mengerikan.

"Tadi malam kita mengamankan pelaku inisial DFR seorang laki-laki berumur 22 tahun," kata Sarly saat ditemui di Mapolres Tangsel, Serpong, Jumat (15/1/2022).

Untuk informasi, penculikan terhadap A, yang baru berusia 12 tahun, terjadi di wilayah Kelurahan Bakti Jaya, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2 Januari 2022.

Sarly menjelaskan kronologi aksi pencurian tersebut berdasarkan keterangan pria yang ditangkap itu.

Katanya, niat pelaku muncul ketika melihat A sedang bermain bersama teman sebayanya di kawasan Perumahan Kreasi Pamulang.

Kemudian pelaku berpura-pura menanyakan sebuah alamat kepada kelompok anak-anak tersebut.

"Pelaku ini dengan alasan tidak tahu menggunakan Google Maps meminta korban mengantarkan ke alamat tersebut. Kemudian pelaku mengajak korban naik motor menuju alamat tersebut ke arah Gunung Sindur (Kabupaten Bogor)," katanya.

Kemudian dalam perjalanan tersebut korban menyadari pelaku mencoba menculiknya.

Pencabulan

Menurut Sarly, korban tersadar akan aksi percobaan penculikan itu saat pelaku mulai meraba-raba sejumlah bagian tubuhnya.

"Dalam perjalanan, karena motifnya pelaku ini akan melakukan pencabulan, korban merasa risih karena bagian-bagian sensitifnya sudah mulai dipegang-pegang. Sehingga tepat di lapangan bola yang penuh warga sedang beraktivitas bermain bola, korban melarikan diri dengan cara melompat," lanjut Sarly.

Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 83, Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (m23)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved