Covid19

Ada Ratusan Tempat Tidur di Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Disiapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi

Ketua Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah akui, pihaknya kini lebih siap menghadapi potensi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
Shutterstock/creativeneko via Kompas.com
Ilustrasi: Ketua Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah akui, pihaknya kini lebih siap menghadapi potensi penyebaran Covid-19 di wilayahnya. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIAKRANG - Ketua Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah akui, pihaknya kini lebih siap menghadapi potensi penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

Pasalnya, dinkes dan nakes terlebih dulu melewati terpaan gelombang kedua kala varian delta alami peningkatan pada pertengahan 2021 lalu.

"Kami sudah pernah melewati kasus yang luar biasa saat gelombang kedua delta. Kami sudah siapkan antisipasi."

"Pak Gubernur dan Plt Bupati minggu lalu juga sudah datang untuk melihat secara langsung persiapannya," terang Alamsyah saat dikonfirmasi, Selasa (1/2/2022).

Baca juga: Ada Satu Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19 Varian Omicron, Dinkes Kabupaten Bekasi: Sudah Sembuh

Baca juga: Belum Hentikan PTM 100 Persen, Anies Anggap Penyebaran Omicron di Jakarta Terkendali

Baca juga: Dinkes Umumkan Varian Omicron Teridentifikasi di Kabupaten Bekasi

Alamsyah akui, saat ini terjadi lonjakan kasus Covid-19 sangat signifikan di Kabupaten Bekasi sejak pertengahan Januari lalu.

Awalnya, hanya puluhan kasus terkonfirmasi positif yang ditemukan.

Namun, berdasarkan data pada Minggu (30/1/2022) lalu, jumlah kasus aktif meningkat hingga 1.711 kasus.

"Secara global, sampai minggu kedua Januari, sekitar 16 januari sampai sekarang, laju peningkatan eskalasinya sangat meningkat."

"Mulai minggu kedua Januari, kita kembali ke PPKM level 2. Kasus harian positif meningkat."

"Per hari ini, kasus sudah 1.700 lebih. Sebelumnya hanya di bawah seratus," katanya.

Meski begitu, Alamsyah menerangkan, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) masih sangat terkendali.

Mayoritas pasien hanya melakukan isolasi mandiri di rumah lantaran berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Pihak Dinas Kesehatan juga telah persiapkan fasilitas tabung oksigen dan obat-obatan yang jumlahnya mencukupi.

"Pasien Covid-19 yang di rawat di rumah sakit hanya 24 orang, 13 orang di antaranya di rawat di RSUD."

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved