Berita Kriminal

Dua Pinjol Ilegal Pilih Pulau Reklamasi sebagai Tempat Operasi, Polisi Ungkap Alasannya

Kedua kantor pinjol ilegal itu juga dengan sengaja tidak mengoperasikan lantai dasar dari ruko yang disewanya.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara menetapkan tiga orang tersangka kasus penggrebekan pinjol ilegal di pulau reklamasi. 

TRIBUNBEKASI.COM — Aparat Polres Metro Jakarta Utara telah dua kali menggrebek kantor pinjaman online (pinjol) ilegal yang berada di pulau reklamasi.

Penggerebekan pertama dilakukan di Ruko Palladium Blok H 15, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (27/1/2022) malam. 

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah lebih dulu menggerebek Ruko Palladium Blok G 7, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/1/2022) dan mengamankan 99 orang. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan kawasan pulau reklamasi dinilai sebagai kawasan pemukiman dan bisnis yang cukup representatif bagi komplotan ini. 

“Ini digunakan mereka untuk katakan mengelabui petugas karena dari penggerebekan kantor pinjol yang dilakukan, mereka menyewa ruko di tempat elit,” ucapnya, Senin (31/1/2022). 

Baca juga: Tiga Orang Jadi Tersangka Pinjol Ilegal, Satu Diantaranya WN Cina

Baca juga: Polisi Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Pulau Reklamasi, Tangkap 26 Orang Termasuk Satu WNA

Kedua kantor pinjol ilegal itu juga dengan sengaja tidak mengoperasikan lantai dasar dari ruko yang disewanya, sehingga saat ada orang yang melihat ke dalam ruko, tampak seperti tidak ada aktivitas. 

“Mereka ini selalu tidak menampakkan di situ ada aktivitas kegiatan pinjol karena berdasarkan yang kita lakukan, penggerebekan lantai 1 itu kosong. Kegiatannya ada di lantai 2, 3, 4,” tuturnya. 

Padahal kantor pinjol ilegal itu beroperasi setiap harinya dengan menggunakan sistem shift dari puluhan karyawan yang dipekerjakan mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB. 

“Aktvitas di situ aktivitasnya kontinyu. Bahkan di hari libur juga ada kegiatan bekerja, shiftnya terus tidak berhenti dalam satu minggu. Bahkan hari libur juga tidak ada,” ucapnya.

Meski ada kesamaan lokasi maupun cara mereka mengelabui para petugas, Zulpan memastikan bahwa kedua kantor pinjol ilegal tersebut tidak saling berkaitan satu dengan lainnya. 

Baca juga: Tagih Nasabah, Pinjol Ilegal di Kelapa Gading Edit Foto dengan Gambar Telanjang

“Memang tempatnya sama-sama di PIK (Pantai Indah Kapuk) tapi antara mereka tidak memiliki keterkaitan, jadi perusahaan yang berbeda,” ujar Zulpan.

Polres Metro Jakarta Utara sendiri menetapkan tiga orang tersangka yakni dua orang berinisial S (34) dan N (22) serta satu warga negara Cina, YFC (30) yang berperan sebagai manajer. 

“Untuk WNA sekarang kita sedang koordinasikan dengan imigrasi. Nanti kalau tidak ada izin usaha dan izin tinggal di sini akan dilakukan deportasi,” tuturnya.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved