Berita Jakarta

Jokowi Minta Evaluasi PTM, Anies Masih Tunggu Jumlah Pasien di Rumah Sakit, Sudah Penuh atau Belum?

Karena pengetatan baru dilakukan jika tren penyebaran Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan secara signifikan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dedy
Warta Kota/Miftahul Munir
Miftahul Munir/Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mendatangi Klenteng Hian Thian Siang Tee Bio, Palmerah, Jakarta Pusat pada Selasa (1/2/2022) sekira pukul 12.30 WIB. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Presiden RI Joko Widodo meminta kepada seluruh Kepala Daerah dan Menteri Pendidikan untuk evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM).

Sebab, saat ini penyebaran Covid-19 varian Omicron semakin tinggi dan Covid-19 juga menyerang pelajar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, pihaknya terus memonitoring penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Salah satunya terus melihat jumlah keterisian rumah sakit di DKI Jakarta jika terus mengalami kenaikan pasien maka tidak menutup kemungkinan PTM dihentikan.

Baca juga: Hindari Siswa Terpapar Covid-19, PTM di Kota Bekasi Dibagi Dua Shift, Durasi Belajar Cuma Tiga Jam 

Baca juga: Omicron Meningkat, Pemkab Karawang Usul Disdik Jabar Pertimbangkan Lagi PTM 100 Persen

"Untuk kita mencegah penularan maka kita taati protokol kesehatan, nah ketika terjadi peningkatan dalam keterisian rumah sakit, maka pengendaliannya adalah dengan mengurangi mobilitas," kata dia, Selasa (1/2/2022). 

Karena pengetatan baru dilakukan jika tren penyebaran Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan secara signifikan.

Menurut dia, jika tren naik maka bisa jadi jumlah pasien di rumah sakit juga mengalami kenaikan.

"Sehingga mengkhawatirkan dari sisi kapasitas rumah sakit, maka bisa dilakukan pengetatan, jadi selama ini cara mengambil keputusannya begitu," tutur dia.

BERITA VIDEO : TERPAPAR COVID-19, SISWA DAN GURU SMPN 252 JALANI TRACING

Pihaknya juga pernah mengalami ini ketika bulan Juni dan Juli 2022 lalu, di mana kasus Covid-19 naik maka dilakukan pengetatan.

Tapi untuk tahun ini, kondisi penyebaran Covid-19 masih terbilang kecil atau bisa dikendalikan Pemerintah.

Namun, Anies meminta kepada seluruh warga DKI Jakarta untuk tetap tenang dengan adanya varian baru.

Oleh karena bagi ada yang gejala awal terpapar Covid-19 bisa segera isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Tujuannya mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas lagi di Jakarta.

"Terkait kebijakan-kebijakan lain kita akan monitoring, evaluasi bersama dengan Pemerintah Pusat," ujar dia.

(Sumber : Wartakotalive.com/Miftahul Munir/m26)


 

 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved