Berita Bekasi

Puluhan Siswa di Kabupaten Bekasi Terpapar Covid-19, Bagaimana Kelanjutan Belajar di Sekolah?

Ia menegaskan bahwa siswa-siswa tersebut kemungkinan besar terpapar melalui klaster keluarga,

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi bakal mendiskusikan kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap sekolah. Hal itu menyusul ditemukannya 45 siswa yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 pada periode Januari 2022 lalu. (foto dokumentasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN --- Pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi bakal mendiskusikan kelanjutan pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap sekolah.

Hal itu menyusul ditemukannya 45 siswa yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 pada periode Januari 2022 lalu.

"Dari laporan yang sudah kami terima, ada 45 siswa yang positif Covid-19. Jumlah itu belum termasuk dua orang siswa di SMAN 6 Tambun Selatan," ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, saat dikonfirmasi, Selasa (1/2/2022).

Penyebaran Covid-19 siswa yang terpapar, dikatakan Alamsyah, tidak merata.

Baca juga: Jokowi Minta Evaluasi PTM, Anies Masih Tunggu Jumlah Pasien di Rumah Sakit, Sudah Penuh atau Belum?

Baca juga: Kasus Corona di Kota Bekasi Tembus 4.000, Tri Adhianto Putuskan Siswa Kembali Belajar Secara Daring

Hanya beberapa sekolah di sejumlah kecamatan saja yang tercatat siswanya terkonfirmasi positif.

"Tidak merata, tapi yang bisa saya sampaikan ada di Kecamatan Setu, Cibitung, Babelan dan Tambun Selatan," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa siswa-siswa tersebut kemungkinan besar terpapar melalui klaster keluarga, atau tertular bukan pada saat mereka mengikuti PTM terbatas di sekolah.

"Kebanyakan mereka tertular di luar sekolah. Jadi saat mereka melakukan aktivitas di luar bersama orang tua, atau kegiatan yang lain, bukan saat PTM. Hampir sama kasusnya seperti di perusahaan, kebanyakan mereka kenanya di luar tempat bekerja" katanya.

BERITA VIDEO : TERPAPAR COVID-19, SISWA DAN GURU SMPN 252 JALANI TRACING

Alamsyah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi itu, menjelaskan akan menggelar rapat untuk mengambil langkah atas lonjakan kasus yang jumlahnya telah mencapai 1.711 pada Minggu (30/1/2022) lalu.

Hal itu diperlukan untuk menentukan status PPKM di Kabupaten Bekasi yang saat ini masih berada di Level 2.

Seperti diketahui, wilayah yang menerapkan PPKM Level 2 masih diperbolehkan untuk menggelar PTM secara terbatas.

"Saat ini karena berdasarkan SKB 4 menteri, masih dimungkinkan pelaksanaan PTM di wilayah Level 2, maka sampai hari ini belum ada kebijakan melakukan penutupan sekolah. Nanti kami ada rapat dengan satgas pusat terkait leveling, kemudian akan kami evaluasi terkait PTM," tutur Alamsyah.

Dinas Kesehatan mengaku telah melakukan langkah tracing, testing dan treatment (3T) kepada ribuan anak dan remaja di sekolah-sekolah yang siswanya terkonfirmasi positif Covid-19.

"Apabila ada kasus seperti ini, kami akan lakukan tracing kontak lalu testing secara masif agar penularan di sekolah saat PTM bisa diminimalisir," ucapnya. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved