Berita Bekasi

Dialog dengan Papmiso Indonesia, Begini Siasat Menteri BUMN Erick Thohir Atasi Lonjakan Harga Daging

Menteri BUMN Erick Thohir berdialog bersama paguyuban pedagang mi dan bakso (Papmiso) Indonesia, pada Rabu (2/2/2022)

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Menteri BUMN Erick Thohir berdialog bersama paguyuban pedagang mi dan bakso (Papmiso) Indonesia, pada Rabu (2/2/2022) 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG TIMUR - Menteri BUMN Erick Thohir berdialog bersama paguyuban pedagang mi dan bakso (Papmiso) Indonesia, pada Rabu (2/2/2022)

Dialog antara Erick Thohir dan Papmiso tersebut berlangsung di Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Dalam dialog tersebut, para pedagang menyampaikan keluh kesahnya mengenai tingginya harga daging sapi yang menjadi bahan baku utama pembuatan bakso.

Menanggapi hal itu, Erick mengajak pedagang untuk memanfaatkan teknologi penyimpanan daging sapi melalui program pendanaan serta pendampingan BRI.

Baca juga: Wakil Gubernur Jawa Barat Sidak ke Pasar, Ternyata Minyak Goreng Kemasan Masih Langka, Kok Bisa?

Baca juga: Nama Menteri BUMN Erick Thohir Masuk dalam Daftar Calon Presiden 2024 Pilihan Warga Nahdlatul Ulama

Baca juga: Cek Penerapan Prokes, Menteri Erick Thohir Datangi Wihara Dharma Bakti Glodok

"Cold storage sebagai sistem penyimpanan daging kita coba pilot project dulu di sini. Kalau seluruh Indonesia belum tentu saya mampu."

"Makanya saya mengajak BRI, kita coba, satu ada program untuk pendanaan tukang bakso, tidak hanya pendanaan juga pendampingan," kata Erick di lokasi.

Ia menjelaskan sistem penyimpanan daging swadaya bagi para pedagang bakso melalui skema koperasi pedagang dibutuhkan untuk menyiasati ketersediaan pasokan daging terutama saat harga daging melonjak tinggi.

"Tadi saya sudah bicara dengan paguyuban tukang bakso. Ini langkah penting karena merupakan bentuk layanan masyarakat kita juga yang mayoritas senang bakso namun tentu kondisi pasar yang tidak seimbang ini juga harus kita perhatikan," katanya.

Erick Thohir mengaku tingginya kebutuhan daging memaksa pemerintah masih melakukan impor daging.

Hal ini demi menjaga ketersediaan daging di pasaran.

Sebagai impotir, kenaikan harga tentu tidak bisa dihindari dan tempat penyimpanan ini menjadi salah satu opsi mengurangi belanja saat harga daging melambung.

"Jadi ketika harga daging mahal, kita punya stok, toh fluktuasi kenaikan harga daging ini meningkat, biasanya tiap tahun berulang-ulang."

"Ketika harga murah, dibeli dan disimpan. Bukan berarti juga.daging yang disajikan kualitasnya tidak bagus."

"Tetap ada komposisi daging bakso yang memang fresh. Itu yang kami coba lakukan perbaikan itu sehingga ada solusi," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved