Berita Bekasi

Alasan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi Perbanyak Kerjasama Kemitraan di Era Pandemi Covid-19

Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi mengurangi kegiatan program, namun lebih banyak memanfaatkan kerjasama kemitraan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna mengatakan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi mengurangi kegiatan program, namun lebih banyak memanfaatkan kerjasama kemitraan 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG - Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi mengurangi kegiatan program tatap muka, seperti menggelar pelatihan maupun pameran.

Oleh sebab itu, program-program yang dilakukan kini jauh lebih banyak memanfaatkan kerjasama kemitraan.

"Program di sektor hilir selama pandemi ini, kami perkuat kerjasama kemitraan dengan pihak lain," ucapnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi, Iyan Priyatna saat dikonfirmasi, Sabtu (5/2/2022).

Sejumlah pihak bergerak baik di dalam maupun di luar sektor perekonomian, dirangkul untuk bantu memasarkan produk-produk hasil karya pelaku usaha mikro.

Baca juga: Bantuan Pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Bekasi Tahun 2022 Masih Menunggu Perkembangan Kasus Covid-19

Baca juga: DPD Partai NasDem Gelar Vaksinasi Covid-19 Booster Dua Hari, Warga Datang dan Daftar Secara Offline

Baca juga: Polres Karawang Hanya Memberikan Sanksi Tilang ke Pengemudi Koboi di Tol Cipali yang Viral di Medsos

Seperti kerjasama dengan KADIN, PHRI dan lainnya.

"Kami dorong pelaku usaha mikro jual produknya ke riteler modern dan mal untuk menolong pengusaha mikro agat tetap hidup. Bahkan kami salurkan produknya ke kawasan industri," katanya.

Ia mencontohkan, seperti produk kue kering dan makanan ringan pelaku usaha mikro Kecamatan Cibarusah yang sukses menembus pasar modern Singapura melalui program kurasi.

Dalam hal ini, pihaknya menggandeng sejumlah pihak swasta.

Hal itu untuk bersama-sama mengembangkan produk hasil kreasi para pelaku UMKM lokal.

Pengembangan itu melalui skema pemberdayaan, termasuk program kurasi agar produk lokal mampu berdaya saing tinggi.

"Ini keberhasilan pelaku UMKM lokal menembus pasar internasional jadi momentum kebangkitan perekonomian nasional sekaligus menciptakan iklim usaha yang positif, khususnya bagi pelaku UMKM," tutur Iyan.

Ia berharap agar pelaku usaha bisa beralih memasarkan produknya dari berjualan secara offline, menuju daring sehingga bisa tetap bergerak meski di masa pandemi.

"Pandemi ini juga kita jangan hanya terpaku pada sistem bisnis yang konvensional, mereka semua harus beralih ke digitalisasi."

"Mau enggak mau harus belajar dan berinovasi kalau enggak mau ketinggalan," katanya.

(TribunBekasi.com/ABS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved