Buruh Cacat di PHK

Kisah Pilu Giri Pamungkas Alami Kecelakaan Kerja Malah di PHK: Jadi Tulang Punggung Keluarga

Giri harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga bahkan biaya sekolah ketiga adiknya tersebut.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Giri Pamungkas (27) pekerja di Karawang yang 4 jarinya hilang saat bekerja tapi malah diputus hubungan kerja oleh perusahaan saat ditemui di kediamannya di daerah Sauyunan IV Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat pada Senin (14/2/2022) 

TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG --- "Frustasi mental down bangat saat kejadian kecelakaan kerja empat jari tangan kanan hilang," ujar Giri Pamungkas (27) pekerja di Karawang yang 4 jarinya hilang saat bekerja tapi malah diputus hubungan kerja oleh perusahaan.

Hal itu diungkapkan Giri saat diwawancarai TribunBekasi.com di kediamannya daerah Sauyunan IV Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat pada Senin (14/2/2022).

Anak ketiga dari enam bersaudara ini mengaku kesulitan bekerja selepas diberhentikan kerja oleh perusahaan tempatnya bekerja tersebut pada 18 Agustus 2020.

Apalagi dia merupakan tulangpunggung keluarganya. Sebab, kedua kakaknya itu perempuan dan sudah menikah.

Baca juga: Perusahaan Siap Pekerjakan Kembali Giri, Buruh Kehilangan 4 Jari Tangannya saat Bekerja Lalu di PHK

Baca juga: Buruh Kehilangan 4 Jari saat Bekerja Malah di PHK, Begini Reaksi Keras Bupati Karawang ke Perusahaan

Giri harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga bahkan biaya sekolah ketiga adiknya tersebut.

"Saya tulang punggung keluarga dari 6 bersaudara saya anak ketiga. Kakak-kakak cewe dan sudah pada nikah. Jadi saya yang membiayai tiga adik-adik masih bersekolah dan keluarga saya," ungkap dia.

Dia mengaku sudah beberapa kali melakukan usaha bersama teman serikat pekerja agar dapat kembali dipekerjakan di perusahaan yang membuat keempat jari tangannya hilang akibat kecelakaan kerja.

Akan tetapi beberapa kali perusahaan PHP (pemberian harapan palsu) kepada dirinya.

"Kecelakaan kerja 18 Agustus 2020, saya diputus kerja Januari 2021 masih keadaan tangan dalam perawatan diperban," ucapnya.

BERITA VIDEO : MINTA UPAH NAIK 10 PERSEN, RATUSAN BURUH GERUDUK KANTOR BUPATI

Dia menceritakan teman serikat membantu advokasi dan mediasi dengan perusahaan. Awalnya perusahaan menjanjikan dapat bekerja pada Februari 2021. Akan tetapi tak kunjung ada kabar.

Hingga kembali bersama serikat mendatangi manajemen perusahaan dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang. Dirinya dijanjikan akan dipekerjakan kembali dengan dapat memilih untuk bekerja di bagian produksi, gudang dan kebersihan.

Giri memilih untuk bekerja dibagian gudang, perusahaan menjanjikan bekerja setelah lebaran pertengahan Mei 2021.

Lagi-lagi dia mendapatkan harapan palsu, hingga saat ini tidak ada kejelasan terkait janji-janji tersebut. "Sampai sekarang belum ada kabar lagi," imbuh dia.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved