Berita Bekasi

Mogok Imbas Harga Kedelai Melambung Tinggi, Perajin Tempe Tambun Selatan Baru Jualan Hari Kamis 

Yanto mengatakan kenaikan harga sudah berbulan-bulan terjadi. Namun hingga kini, harga kedelai semakin melambung tinggi.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
MOGOK PRODUKSI -- Perajin tempe mulai Senin (21/2/2022) hari ini, melakukan mogok jualan imbas kenaikan harga kedelai import yang terjadi di Pulau Jawa. 

TRIBUNBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN --- Perajin tempe mulai Senin (21/2/2022) hari ini, melakukan mogok jualan imbas kenaikan harga kedelai import yang terjadi di Pulau Jawa.

Seorang perajin tempe Yanto (37) mengatakan telah menghentikan proses produksi sejak Sabtu (19/2/2022) lalu, sehingga di hari ini, tak ada barang yang bisa dijual ke pasar.

"Proses bikin tempe itu kan butuh waktu tiga hari, jadi kami benar-benar berhenti produksi sejak Sabtu dan Minggu kemarin. Otomatis hari ini enggak ada barangnya," tutur Yanto saat ditemui di tempat produksinya Jalan Zamrud Selatan, Mekarsari, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Ia menjelaskan mogok dilakukan oleh semua perajin tempe se-Jawa Barat yang telah menerima surat edaran dari Primer Koperasi Perajin Tahu Tempe (Primkopti) Jawa Barat.

Baca juga: Protes Kenaikan Harga Kedelai, Perajin Tahu se-Karawang Mogok Produksi Selama Tiga Hari

Baca juga: Curhat Harga Kedelai Naik, Pengusaha di Rawalumbu Ini Terpaksa Memperkecil Ukuran Tahu Dagangannya

Dijelaskan bahwa para perajin tempe diminta untuk menunjukkan solidaritasnya agar tidak memproduksi barang hingga Rabu (23/2/2022).

"Kami sih ikutin aturan saja. Karena sama-sama perajin, jadi harus saling memahami, biar pemerintah tahu kalau yang kesulitan itu para perajin," katanya.

Terlebih lagi, Yanto mengatakan kenaikan harga sudah berbulan-bulan terjadi. Namun hingga kini, harga kedelai semakin melambung tinggi.

BERITA VIDEO : KELUH PENGUSAHA TAHU DI BEKASI DAMPK HARGA KEDELAI TINGGI

"Satu karung itu kan 50 kilogram, nah kalau dua karung harganya sebelum naik cuma berkisar Rp700-800 ribu. Kalau sekarang, dua karung sudah Rp1,1 juta. Kerasa banget naiknya," ungkap Yanto.

Yanto menambahkan tempe akan baru akan kembali beredar di pasaran pada Kamis (24/2/2022) mendatang.

"Makanya kami hari ini ngerebus dulu kedelainya. Besok baru digiling, dicuci, dijemur, Terus Rabu tinggal di bentuk, dipotong. Baru ada di pasar hari Kamis nanti," katanya.

Tetap berproduksi

Perajin tempe di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang tetap memproduksi tempe.

Hal itu dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan pegawainya yang digaji harian.

"Iya tetap produksi, tapi memang tidak maksimal. Habisin stok bahan baku kedelai aja," kata seorang perajin tempe  dan tahu Mustopa (41) warga Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok, pada Senin (21/2/2022).

Dia menyebut, kenaikan harga kedelai mengalami peningkatan sehingga berdampak pada penurunan produksi.

Kenaikan harga kedelai berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Sebelumnya hanya sekira Rp 9.500 per kilogram.

Perajin tempe di Kecamatan Rengasdengklok
Perajin tempe di Kecamatan Rengasdengklok tetap memproduksi tempe. (TribunBekasi.com)

"Kalau produksi kita tidak berpengaruh cuman untuk yang penjualan sepi karena kita jual ke Pasar Tradisional serta jual keliling ke kampung kampung. Tapi mebetulan saat ini, penjual keliling sekarang pulang kampung akibat pembeli sepi," ungkapnya.

Selain itu, kata Mustopa, walaupun bahan baku naik, pihaknya tetap menjual normal dengan ukuran yang sama tidak diperkecil.

Sebab, jika ukuran tempe diperkecil atau dikurangi, khawatir minim pembeli.

"Kalau dinaikin harganya ataupun diperkecil khawatir pembeli kabur dan tidak mau beli lagi," ujarnya.

Menurut Mustopa, dalam kondisi normal atau harga bahan baku kedelai belum naik. Dalam sehari kebutuhan kedelai mencapai 200 kilogram. Akan tetapi saat ini hanya 150 kilogram saja.

"Dulu saya sehari bisa menghabiskan 200 kilogram atau 2 kwintal kedelai per hari. Sekarang paling bagus 150 kilogram, kadang di bawah," katanya.

Dia melanjutnya, jika bahan baku kedelai sudah habis. Kemungkinan besok akan ikut mogok produksi. Dia berharap pemerintah untuk menurunkan harga kedelai agar bisa normal kembali.

"Kenaikan harga kedelai ini berdampak pada penjualan dan produksi perajin tempe. Apalagi sekarang dengan adanya kelangkaan minyak goreng sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pembeli," tandasnya.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved