Berita Bekasi

Angin Kencang di Bekasi, Seorang Pengemudi Ojol Tewas Tertimpa Tiang RPJ

Tiang rambu penunjuk jalan di Underpass Bulak Kapal patah akibat tertiup angin kencang, menimpa 2 pengendara motor.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: AC Pinkan Ulaan
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Rambu penunjuk jalan (RPJ) di Underpass Bulak Kapal roboh tertium angin kencang pada Sabtu (5/3/2022), menimpa dua orang pengendara motor. Seorang korban, bernama Yatimin, meninggal dunia. Keterangan foto: (ilustrasi) Pengerjaan Underpass Bulak Kapal, Bekasi Timur, sebentar lagi rampung, namun hingga saat ini belum bisa diujicobakan, Sabtu (25/12/2021). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR -- Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas akibat tertimpa rambu penunjuk jalan (RPJ) di Underpass Bulak Kapal, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, Sabtu (5/3/2022).

Pria yang kemudian diketahui bernama Yatimin (49) mengembuskan napas terakhir di rumah sakit

Kholil (30), warga yang di dekat tempat kejadian menceritakan, tiang RPJ arah Bekasi menuju Tambun, yang terletak di median jalan itu, patah akibata diterpa angin kencang, yang melanda Kota Bekasi sekitar pukul 13.00 tadi.

"Awalnya jam 1 siang ada angin kencamg banget. Gara-gara itu tiangnya goyang, terus (RPJ) roboh," kata Kholil di lokasi kejadian.

Kondisi lalu lintas ketika itu ramai lancar, termasuk Yatimin yang sedang melintas di tempat itu.

Malang baginya, tiang besi yang besar dan berat itu, sevagai menyangga dua pelat besi penunjuk arah menuju Bulak Kapal dan Cikarang, jath menimpa Yatimin dan seorang pengendara sepeda motor lain.

"Tiangnya jatuh ke arah belakang. Pas jatuh menimpa dua pengendara motor, satu orang ojol, satunya lagi pengendara biasa," ucap Kholil. 

Tewas di perjalanan

Sejumlah pengendara motor lain yang melintas di tempat itu langsung berhenti, dan berusaha menolong kedua korban.

Mereka bersama-sama mengangkat RPJ ke pinggir trotoar, kemudia membantu pengendara motor yang tertimpa RPJ.

Menurut Heri, seorang petugas Dishub Kota Bekasi, yang melarikan tubuh Yatimin ke Rumah Sakit Graha Juanda, menyatakan nyawa korban tak bisa diselamatkan. Yatimin meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Korban ada dua, yang satu warga cuma luka ringan di kaki. Dia langsung bisa jalan lagi. Satunya lagi ojol, pas dibawa ke rumah sakit meninggal. Katanya dia ketimpa tiang," kata Heri.

Untuk diketahui, Underpass (terowongan) Bulak Kapal saat ini masih dalam tahap uji coba setelah rampung pada akhir tahun 2021.

Rencananya Underpass Bulak Kapal akan diresmikan pada Maret 2022, saat Pemkot Bekasi merayakan ulang tahun yang ke-25 tahun.

Sayangnya, sebelum diresmikan Underpass Bulak Kapal telah memakan korban jiwa.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved