Perang Rusia Ukraina

Gencatan Senjata Gagal, Rusia Bombardir Rute Evakuasi Penduduk Mariupol

Gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina batal, karena pihak Rusia terus membombardir pinggiran kota Mariupol.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
Google map
Lokasi Mariupol strategis bagi Rusia, karena berada di antara Crimea dan Donetsk dan Luhansk di timur Ukraina. Donetsk dan Luhansk adalah kawasan yang diduduki separatis Republik Donbas yang didukung Rusia. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Pihak Rusia dianggap ingkar janji dengan terus menghujani pinggiran kota Mariupol dengan bom, Sabtu (5/3).

Padahal sebelumnya Rusia sudah setuju untuk gencatan senjata selama 7 jam pada hari ini, untuk memberi kesempatan warga Mariupol mengungsi.

Hanya saja, sebagaimana diwartakan BBC, bom tetap berjatuhan dari udara di kota yang terletak di pesisi Laut Azov, bagian tenggara Ukraina.

"Saya sekarang di Mariupol, berada di jalan. Saya bisa dengar suara bom setiap 3 sampai 5 menit," kata Alexander, warga kota Mariupol, seperti dikutip BBC.

Rute yang sudah disetujui Rusia dan Ukraina sebagai koridor kemanusiaan, yang akan dilalui para pengungsi, tak bisa dilewati karena bom dijatuhkan di tempat itu.

Menurut Alexander, banyak pengungsi yang kembali ke kota karena koridor kemanusiaan itu tidak aman sama sekali.

"Benar-benar kacau," kata insinyur berusia 44 tahun itu.

Berlindung lagi

Gencatan senjata yang disepakati itu seharusnya dimulai pukul 09.00 waktu Ukraina, atau 10.00 waktu Moskow, sekitar pukul 14.00 WIB.

Hanya saja bom pihak Rusia terus berjatuhan di pinggiran kota itu. Pemerintah kota (pemkot) Mariupol kemudian meminta warga untuk kembali masuk ke bunker perlindungan lagi.

"Kami akan menginformasikan waktu evakuasi secepatnya," kata seorang pejabat pemkot Mariupol.

Versi Rusia

Juru bicara pihak Rusia tidak menyebut sama sekali soal bombardir dati udara, seperti yang dituduhkan.

Sebaliknya mereka menuduh pihak Ukraina melarang warga Mariupol dan Volnovakha pergi mengungsi sehingga jalur pengungsian itu tak digunakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved