Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Menurun, Berikut Catatan BPBD
BPBD DKI Jakarta mencatat tren kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan signifikan.
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Panji Baskhara
TRIBUNBEKASI.COM - Belakangan ini, tren kasus Covid-19 di wilayah DKI Jakarta mengalami penurunan signifikan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat dari enam lokasi isolasi terkendali (isoter), baru terpakai 42 bed, dari 927 bed yang telah disiapkan.
Adapun enam lokasi isoter yakni di Ciks Mansion, Graha Wisata Ragunan, Graha Wisata TMII, LPMP, Masjid Raya KH Hasyim Ashari, dan Wisma Adhyaksa Puri Loka.
Lalu, rincian data per Sabtu (5/3/2022), yakni jumlah hunian pasien lokasi isoter pasien Covid-19 tanpa gejala/gejala ringan atau tanpa komorbid, sebagai berikut:
1. Cik Mansion total kapasitas bed sebanyak 77, bed terpakai 11, sisa bed 66.
2. Graha Wisata Ragunan total kapasitas bed sebanyak 200, bed terpakai 7, sisa bed 193.
3. Graha wisata TMII total kapasitas bed sebenarnya 100, bed terpakai 3, sisa bed 97.
4. LPMP total kapasitas bed sebanyak 150, bed terpakai 0, sisa bed 150.
5. Masjid Raya KH. Hasyim Ashari total kapasitas bed 200, bed terpakai 4, sisa bed 196.
6. Wisma Adhyaksa Puri Loka total kapasitas bed sebanyak 200, bed terpakai 17, sisa bed 183.
Sebagai informasi, kasus aktif Covid-19 di Jakarta terus mengalami penurunan.
Penurunan terjadi karena jumlah pasien sembuh lebih tinggi dibandingkan dengan kasus positif harian.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta per 4 Maret 2022 menunjukkan, kasus sembuh di DKI Jakarta bertambah 5.636, sehingga totalnya mencapai 1.143.134 kasus.
Kemudian, kasus aktif berkurang 1.932 dibandingkan hari sebelumnya.
Kini kasus aktif Covid-19 sebanyak 33.177 pasien.
(Wartakotalive.com/M27)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Foto-Ilustrasi-Penyebaran-virus-corona-atau-Covid-19.jpg)