Berita Bekasi

Perubahan Status Kapasitas Penerapan PTM, Dinas Pendidikan Kota Bekasi Menunggu Keputusan Imendagri

Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunggu keputusan Imendagri, mengenai perubahan status kapasitas penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
Ilustrasi: Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunggu keputusan Imendagri, mengenai perubahan status kapasitas penerapan pembelajaran tatap muka (PTM). 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Dinas Pendidikan Kota Bekasi menunggu keputusan Imendagri, mengenai perubahan status kapasitas penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

Sebab, sejauh ini penerapan PTM di Kota Bekasi masih dalam kapasitas 50 persen.

Jika Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Bekasi mengalami penurunan, maka tak tutup kapasitas PTM ikut berubah.

"Gini kita kan masih di level III ya. Kita masuk 50 persen. Ini kan Inmendagri terakhir ya di level III. Kita lihat dulu nanti keluar gimana untuk di Kota Bekasi."

"Kalau di level II kan kita bisa melaksanakan 70 sampai 75 persen," paparnya Inayatullah, pada Senin (7/3/2022).

Menurut Inayatullah, jika kapasitas penerapan PTM di Kota Bekasi akan mengikutinya jumlah siswa yang ada di sekolah.

Jika  jumlah siswa di sekolah tersebut dibawah 100-200 siswa, maka tentunya bisa melakukan PTM 100 persen.

"Iya, nanti kalo sudah level II bisa 70-75 persen. Nanti kalau misalnya murid-muridnya dibawah 100-200 ya bisa 100 persen lah," katanya. 

Melihat tren kasus Covid-19 di Kota Bekasi, Inayatullah menyebut sudah terjadi penurunan yang cukup siginifikan.

Nantinya ada perubahan kapasitas PTM maka perlu ditekan kepada anak didik untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Kalau, misalnya di sekolah bisa disiplin menerapkan prokes tapi begitu pulang kurang pengawas. Nah oleh karena itu pengawas di masyarakat, menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Para siswa yang terkonfirmasi Covid-19 banyak diantaranya terpapar dari luar lingkungan sekolah.

Maka dari itu ia selalu menekankan kepada orang tua murid untuk sama-sama meningkatkan pengawasan kepada anak-anak.

"Kita imbau anak anak untuk menjaga dan menerapkan prokes baik di lingkungan sekolah, masyarakat dan tempat bermain. Wajib vaksin juga yang sudah boleh vaksin," ucapnya.

(TribunBekasi.com/JOS)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved