Perang Rusia Ukraina

Putin Ungkapkan ke Erdogan Syarat Perang Rusia-Ukraina Berakhir, Kiev Harus Nurut Kremlin

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan syarat bila Ukraina ingin Perang Rusia-Ukraina berakhir.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
Google map
Donetsk dan Luhansk adalah kawasan yang diduduki separatis Republik Donbass yang didukung Rusia. 

TRIBUNBEKASI.COM -- Rusia menyatakan akan menghentikan operasi militer di Ukraina bila Kiev menuruti permintaan Kremlin.

Demikian yang dinyatakan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui sambungan telepon, Minggu (6/3), sebagaimana diwartakan kantor berita Rusia TASS.

"Vladimir Putin menginformasikan kemajuan dari operasi militer spesial dalam melindungi wilayah Donbass. Menggunakan pendekatan dan penilaian prinsipal dalam konteks ini. Menjelaskan secara detail tujuan dasar dan tugas. Dia menegaskan bahwa operasi militer spesial ini dilakukan sesuai rencana dan jadwal," bunyi peryataan resmi dari Kantor Presiden Rusia yang dikutip TASS.

Disebutkan dalam pernyataan pers tersebut, Putin menyatakan kepada Erdogan bahwa Kremlin bersedia berdialog dengan Ukraina dan mitra asingnya, untuk menyelesaikan konflik ini.

Pihak Rusia menyatakan bahwa upaya dialog terus dimentahkan oleh pihak Ukraina dengan alasan tak masuk akal, dan menuduh pembatakan itu karena pihak Ukraina sedang menggalang kekuatan yang kejam.

Kremlin juga menyatakan akan menghentikan operasi militer di Ukraina, apabila pihak Ukraina meletakkan senjata dan memenuhi permintaan Rusia, yang disebut dalam rilis pers itu sudah disampaikan Kremlin dengan jelas.

Kemudian pihak Kremlin berharap pembicaraan damai berikutnya akan berlangsung, dan pihak Ukraina menunjukkan pendekatan yang lebih membangun sehingga sangat membantu dalam situasi ini.

Melawan neo-Nazi

Rilis pers itu juga menyebutkan bahwa tentara Rusia berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan dalam melindungi nyawa, dan memastikan keamanan masyarakat sipil, serta serangan hanya ditujukan ke fasilitas militer serta infrastruktur.

"Kami melawan aksi neo-Nazi yang dilakukan (Ukraina) yang terus membombardir Donbass. Praktik menggunakan masyarakat sipil, termasuk legiun asing, sebagai sandera dan tameng manusia di kota-kota dan permukiman Ukraina adalah tindakan yang kejam dan egois," bunyi pernyataan dari Kremlin lagi.

Rusia selalu menyatakan bahwa operasi militer mereka di Ukraina untuk melindungi masyarakat Republik Donbass, yang diserang oleh militer Ukraina.

Untuk informasi, Republik Donbass adalah nama yang dipilih kelompok masyarakat yang tinggal di bagian timur Ukraina, dan ingin memisahkan diri dari Ukraina (separatis).

Bagian timur Ukraina, dengan 2 kota besarnya Donetsk dan Luhansk, memang berbatasan langsung dengan Rusia.

Cara hidup masyarakatnya pun lebih mirip masyarakat Rusia, dibandingkan masyarakat Ukraina di sebelah barat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved