Covid19

Wow, Pulang dari Luar Negeri Tak Perlu Karantina Lagi, Asal Memenuhi Persyaratan

Warga negara Indonesia yang pulang dari luar negeri boleh tidak karantina lagi saat tiba di Indonesia. Asal memenuhi persyaratan.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews.com
Pelaku perjalanan luar negeri tak perlu karantina lagi saat tiba di Indonesia, asal memenuhi persyaratan. Keteranagn foto: Ilustrasi 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang datang ke Indonesia kian mendapat kemudahan.

Mereka tak perlu melakukan karantina lagi bila memenuhi persyaratan. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual pada Senin (7/3)

Pelonggaran aturan bagi PPLN ini adalah bagian dari upaya Indonesia transisi menuju endemi Covid-19.

Uji coba telah dilakukan kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang akan masuk ke wilayah Bali.  Mulai 7 Maret, setiap PPLN yang datang ke Bali tidak wajib melakukan karantina.

Syarat

Namun, untuk mendapatkan pengecualian ini PPLN harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan, di antaranya:

- Menunjukkan bukti booking hotel yang telah dibayar minimal 4 hari, atau bukti domisili bagi WNI;

- Sudah vaksinasi booster;

- Melakukan tes PCR kedatangan. Jika hasilnya negatif, maka PPLN dibebaskan dari karantina. Tes PCR akan diulang kembali di hari ketiga.

Apabila ujicoba ini berhasil, pemerintah akan memberlakukan pembebasan karantina bagi seluruh PPLN pada 1 April atau lebih cepat dari 1 April 2022.

"Event internasional yang dilakukan di Bali menerapkan protokol kesehatan yang ketat sesuai dengan standar G20," katanya.

Pemerintah juga telah menerapkan visa on the arrival kepada 23 negara, di antaranya ASEAN, Australia, Amerika, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Qatar, Jepang, Korea Selatan, Kanada, Italia, Selandia Baru, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Domestik

Pelonggaran aturan Covid-19 juga diberlakukan kepada pelaku perjalanan domestik, yakni Pemerintah tak lagi mewajibkan calon penumpang transportasi umum menyertakan hasil negatif tes Covid-19.

Kebijakan ini berlaku bagi semua moda transportasi, baik darat, laut maupun udara.

Hanya saja, ada persyaratan yang mengikuti yakni calon penumpang harus sudah divaksinasi Covid-19 dosis lengkap.

Pasalnya, seseorang yang sudah menerima vaksinasi dosis lengkap, apalagi ditambah vaksinasi penguat (booster) memiliki risiko tertular Covid-19 lebih rendah, sekaligus lebih kecil kemungkinannya menjadi agen pembawa virus Covid-19. (*)

Sumber: Kementerian Kesehatan

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved