Berita Bekasi

Pulang dari Papua, Anggota TNI Ini Kehilangan Anak Meninggal Kehabisan Oksigen saat Rumah Terbakar

Setelah api mereda selama kurang lebih setengah jam, Slamet memberanikan diri untuk masuk ke rumah dengan harapan NA masih bisa diselamatkan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Rumah seorang anggota TNI di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/3/2022) terbakar pagi tadi. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG BARAT --- Musibah kebakaran terjadi di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/3/2022) pagi.

Akibatnya seorang anak perempuan berinisial NA (11) yang masih duduk di bangku kelas IV sekolah dasar (SD), meninggal dunia akibat kekurangan oksigen.

Seorang tetangga korban bernama Slamet menceritakan kebakaran terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Saat itu, terdapat empat orang di rumah yang dihuni seorang anggota TNI itu.

"Pas kejadian ada semuanya empat orang, dua anak sama suami istri. Pas kejadian bapaknya ada di luar memang. Istrinya lagi mandi," ucap Slamet di lokasi.

Baca juga: Damkar Ungkap Penyebab Kebakaran Grand Mall Kota Bekasi: Awalnya dari Percikan Las Sambar Instalasi

Baca juga: Target Sampai di Lokasi Kebakaran 15 Menit Belum Maksimal, Karawang Butuh Pos Damkar Lebih Banyak

Tiba-tiba muncul suara ledakan dari dalam rumah, tak lama kemudian terjadi kobaran api yang cukup besar.

Si jago merah menyambar seisi rumah dengan begitu cepat.

Ayah korban berupaya menyelamatkan anaknya yang masih ada di dalam rumah.

Sedangkan ibu korban hanya berhasil membawa anak bungsunya yang masih kecil.

"Pas dengar ledakan, langsung lari keluar. Nah si anak sudah dibangunin, enggak bangun-bangun," ujarnya.

BERITA VIDEO : MORENO SEJAK PAUD INGIN JADI HAFIZ QURAN

Bahkan ayah korban sempat memaksakan diri masuk rumah di tengah kobaran api.

Namun upayanya dihalau warga setelah ayah korban mengalami luka bakar.

Setelah api mereda selama kurang lebih setengah jam, Slamet memberanikan diri untuk masuk ke rumah dengan harapan NA masih bisa diselamatkan.

"Setelah setengah jam, saya memberanikan diri masuk ke dalam buat nyari anak ini. Ternyata anaknya ada di belakang pintu kamar mandi. Masih bernapas, terus dibawa ke rumah sakit. Tapi meninggal pas perawatan. Enggak ada luka bakar, mungkin karena kehabisan oksigen," kata Slamet.

Sementara itu, paman korban bernama Yayat mengatakan bahwa ayah NA merupakan anggota TNI yang baru pulang setelah dinas selama 5 tahun di Papua.

Ayah korban tengah mengalami patah tangan dan kaki sehingga tak bisa menyelamatkan anaknya saat insiden kebakaran.

"Diduga ada korsleting listrik dari dispenser karena airnya kosong. Bapaknya tentara, memang tangan dan kakinya patah, habis pulang dinas dari Papua, dinasnya 5 tahun," ucap Yayat. 


 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved