Berita Bekasi

Cegah Balita Alami Stunting, Dinkes Kota Bekasi Ingatkan Pentingnya Menjaga Pola Asupan Makanan Anak

"Nah itulah yang harus dipenuhi yaitu selain ada suplemen atau vitamin, maka asupan makanan itu yang harus dijaga, selain turut melakukan imunisasi,"

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Kolase TribunBekasi.com/Rangga Baskoro/Instagram @pratiwi_noviyanthi
ILUSTRASI BALITA STUNTING --- Angka kasus stunting yang terjadi di Kota Bekasi mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. FOTO INSET : Tengah viral di media sosial (Medsos), sebuah video menggambarkan adanya balita mengalami gizi buruk di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN --- Angka kasus stunting yang terjadi di Kota Bekasi mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Di tahun 2022 ini, angka stunting di Kota Bekasi kisaran 7,9 persen. Sedangkan tahun 2021 angka stunting berada di angka 9,7 persen.

"Persentase angka stunting di Kota Bekasi pada saat ini sudah terbilang menurun dibandingkan pada tahun lalu, dengan kini melalui kisaran persentasenya telah berada dikisaran 7,9 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati, Rabu (16/3/2022).

Dikatakan oleh Tanti, jika kasus stunting sendiri diakibatkan diantaranya seperti kurangnya vitamin, asupan gizi, ataupun masa pertumbuhan yang terganggu.

Baca juga: Balita Alami Gizi Buruk di Muaragembong Bekasi Kemungkinan Besar Terpapar HIV, Berikut Penyebabnya

Baca juga: Jumlah Kasus Stunting di Kota Bekasi Menurun, Kepala Dinas Kesehatan: Kisaran 7,9 Persen

Sehingga membuat anak 1000 hari pertama mengalami permasalahan stunting.

"Makanya harus diperhatikan bagi intervensi yang sudah kita lakukan, Dengan intervensi yang kita lakukan adalah pemberian tablet darah, promosi dan konseling, menyusui, promosi dan konseling pemberian makanan bayi dan anak (PMDA)," katanya.

Guna mencegah terjadinya stunting, maka perlu pemberian suplemen gizi, secara pemberian makan tambahan (PMT) atau makro, serta pemberian suplementasi kalsium, suplemen vitamin A, suplemen zinc, pemeriksaan kehamilan, imunisasi, suplemen gizi mikro dan pemberian obat cacing tetap di lingkungan terpadu balita.

"Nah itulah yang harus dipenuhi yaitu selain ada suplemen atau vitamin, maka asupan makanan itu yang harus dijaga, selain turut melakukan imunisasi," ujarnya. 

BERITA VIDEO : MOMEN RAFKA ANAK OBESTITAS MENGAMUK MINTA MAKAN

Upaya mencegah balita stunting

Permasalahan gizi di Indonesia ternyata belum tuntas, karena masih sering ditemukan di seluruh negeri.

Menurut laman Kementerian Kesehatan, ada dua permasalahan gizi yang utama saat ini, gizi kurang atau stunting dan gizi lebih atau obesitas.

Masalah ini bisa dicegah dengan beberapa tindakan yang harus dilakukan oleh seorang ibu, baik sebelum maupun setelah bayi lahir, untuk mencegah stunting atau obesitas.

Di atas RPJMN

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved