Berita Bekasi

Cegah Balita Alami Stunting, Dinkes Kota Bekasi Ingatkan Pentingnya Menjaga Pola Asupan Makanan Anak

"Nah itulah yang harus dipenuhi yaitu selain ada suplemen atau vitamin, maka asupan makanan itu yang harus dijaga, selain turut melakukan imunisasi,"

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
Kolase TribunBekasi.com/Rangga Baskoro/Instagram @pratiwi_noviyanthi
ILUSTRASI BALITA STUNTING --- Angka kasus stunting yang terjadi di Kota Bekasi mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. FOTO INSET : Tengah viral di media sosial (Medsos), sebuah video menggambarkan adanya balita mengalami gizi buruk di kawasan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 

- Tatalaksana gizi buruk.

"Intervensi spesifik diikuti dengan strategi peningkatan kapasitas SDM, peningkatan kualitas program, penguatan edukasi gizi, dan penguatan manajemen intervensi gizi di puskesmas dan posyandu," kata Dhian.

Peran ibu

Selain upaya Pemerintah, peran anggota keluarga, terutama ibu, berperan penting dalam mencegah anak stunting dan obesitas.

Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB, Prof Dr Hardiansyah, mengatakan, untuk bisa mencegah secara dini stunting maupun obesitas perlu memahami bahwa kedua masalah tersebut harus segera dicegah.

Dalam hal ini ibu memiliki peran penting dalam menentukan makanan pada saat hamil, dan pemberian gizi serta pola asuh kepada anak setelah lahir.

Calon ibu hendaknya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum hamil, dan rutin melakukan pemeriksaan saat hamil.

Mencegah stunting sejak kehamilan

Untuk mencegah stunting sejak awal adalah penambahan berat badan ibu hamil harus cukup karena penambahan berat badan ibu hamil itu adalah faktor utama.

"Sederhananya bagi awam adalah, bertambahnya usia kehamilan harus diiringi dengan bertambahnya berat badan. Saat bayi lahir ketika bertambah umur harus bertambah berat badan. Itu ciri sederhana. Kalau mengalami berat badan yang stagnan, tidak bertambah, maka pertambahan panjang atau tinggi badan bayi akan mengalami gangguan. Jadi sebelum mengalami gangguan maka cegahlah gangguan tersebut," kata Prof Hardiansyah.

Ketika bayi lahir, lanjutnya, yang harus diperhatikan ibu adalah berat badan bayi minimal di atas 2,5 kg dengan panjang badan di atas 47 cm.

Seorang ibu juga wajib memberikan ASI eksklusif, yaitu diberikan sampai 6 bulan.

Bila bayi tidak mendapat ASI eksklusif dan anak pernah diare berkali-kali, itu sudah pertanda akan terjadi gangguan stunting bila tidak segera diatasi.

Pangan pencegah stunting

Profesor Hardiansyah menyebutkan pangan yang terbukti mencegah stunting saat ibu hamil, yaitu susu, telur, ikan, pangan hewani, dan lauk-pauk.

Kemudian pangan yang terbukti mencegah stunting setelah bayi lahir adalah ASI eksklusif, susu pertumbuhan, telur, ikan, pangan hewani, lauk pauk, dan berbagai MP ASI diperkaya gizi.

"Berikan ASI dan MP ASI yang cukup dengan baik. ASI eksklusif sampai 6 bulan, lanjutkan pemberian ASI 6 sampai 23 bulan, berikan MP ASI yang cukup dan baik pada usia 6 sampai 23 bulan. Jaga kesehatan bayi dan anak melalui imunisasi, kebersihan, stimulasi kebiasaan baik makan sayur, buah, lauk pauk, dan protein tinggi," tuturnya.

Faktor penyebab obesitas

Sementara untuk mencegah obesitas harus memahami penyebab obesitas atau kegemukan.
Obesitas bukan hanya disebabkan karena kurang aktivitas fisik dan makanan, tapi banyak faktor lainnya.

Hardiansyah menyebutkan, pada orang dewasa atau remaja obesitas bisa disebabkan stres yang menimbulkan inflamasi, dan inflamasi menimbulkan penumpukan lemak.

Selain itu kurang tidur atau kelebihan tidur yang meningkatkan hormon ghrelin jadi menyebabkan lapar.

"Mulailah dengan mengelola faktor penyebab utama seperti stres. Jangan sampai stres, harus perbanyak aktivitas fisik, dan mengatur waktu tidur, pantau berat badan dan lingkar pinggang," tandasnya. (*)

(Sumber : TribunBekasi.com/Joko Supriyanto/AC Pinkan Ulaan)

 


 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved