Berita Jakarta

Jadi Korban Pungli Parkir di Pelabuhan Kali Adem, Wisatawan Kepulauan Seribu Resah

Wisatawan mendadak ditagih tarif parkir hingga Rp 100.000 dari oknum masyarakat usai memarkirkan kendaraannya di sana selama satu malam.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Ichwan Chasani
Warta Kota/Alex Suban
Ilustrasi - Suasana Pelabuhan Kali Adem. 

TRIBUNBEKASI.COM — Sejumlah wisatawan Kepulauan Seribu yang memarkirkan kendaraannya di Pelabuhan Kali Adem, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dilanda keresahan.

Penyebabnya, mereka mengaku telah menjadi korban pungutan liar (pungli) parkir dari orang yang tidak bertanggung jawab di sana.

Salah satu wisatawan Kepulauan Seribu, Rosyid (41) terkejut saat hendak meninggalkan lokasi parkiran mobil di Pelabuhan Kali Adem pada Minggu (20/3/2022).

Rosyid mendadak ditagih tarif parkir hingga Rp 100.000 dari oknum masyarakat usai memarkirkan kendaraannya di sana selama satu malam.

“Saya diminta duit Rp 100.000 untuk parkir, tarif itu katanya karena kendaraan saya menginap,” ujar Rosyid asal Jakarta Timur, pada Senin (21/3/2022).

Baca juga: Markas PMI Kepulauan Seribu Segera Dibangun di Pulau Untung Jawa

Menurutnya, tarif tersebut sangat tidak wajar karena pihak yang menagih parkir juga tidak memberikan tiket sebagai bukti retribusi.

Padahal dia sendiri telah membayar karcis parkir kendaraan yang dikeluarkan pihak Pelabuhan Kali Adem sebesar Rp 4.000.

Senada diungkapkan Santi (29) warga Ancol, Jakarta Utara. Saking terkejutnya, Santi sempat meminta karcis saat ditagih duit Rp 100.000 karena merasa tarif yang dipatok cukup mencekik wisatawan.

“Saya sempat minta karcis parkir sebagai tanda retribusi, tapi dia yang mintain (duit parkir) bilang tidak mengeluarkan,” ujar Santi.

Baca juga: Liburan di Hari Raya Natal, Ribuan Wisatawan Melancong ke Kepulauan Seribu

Tak ingin berdebat dengan oknum tersebut dan menjadi perhatian orang, Santi akhirnya memilih membayar biaya parkir Rp 100.000. Dia berharap, aparat dapat turut tangan untuk melakukan penertiban.

“Tarif parkir seperti ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan, terutama yang membawa mobil dan menginapkan kendarannya di pelabuhan untuk berlibur ke Kepulauan Seribu,” katanya.

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved