Berita Politik

Mantan Ketua Bawaslu Sebut Pengusul Penundaan Pemilu Punya Kekuatan Politik Besar

Kekuataan politik besar itulah yang membuat mereka memiliki rasa percaya diri dalam mewacanakan penundaan Pemilu 2024.

Editor: Ichwan Chasani
Kompas.com
Ilustrasi: Bendera partai politik di Indonesia 

TRIBUNBEKASI.COM — Kubu yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024 ditengarai memiliki kekuatan politik yang cukup besar.

Kekuataan politik besar itulah yang membuat mereka memiliki rasa percaya diri dalam mewacanakan ide penundaan Pemilu.

Demikian diuangkapkan mantan Ketua Bawaslu, Nur Hidayat Sardini dalam webinar "Penundaan Pemilu : Tinjauan Aspek Hukum dan Politik," yang digelar Senin (21/3/2022). 

"Kalau ndak punya modal material, tidak punya modal struktur, tidak modal kultur mereka tidak akan percaya diri di situlah sebenarnya konteks secara politik," ujar Nur Hidayat Sardini.  

Dosen Fisip Universitas Diponegoro itu mengungkapkan ada empat kekuatan politik yang menopang usulan penundaan Pemilu tersebut.

Baca juga: Sekjen PDIP: Wacana Penundaan Pemilu Ciptakan Persoalan Ketatanegaraan yang Tidak Perlu

Baca juga: Terkait Wacana Penundaan Pemilu 2024, Mahfud MD Beberkan Sikap Presiden Jokowi

Baca juga: Aktivis 98 Tolak Keras Penundaan Pemilu 2024, Sebut Partai yang Dukung Bakal Dapat Karma Politik

Pertama yakni kekuatan politik primer, yakni koalisi partai politik peserta Pemilu pengusung dan pendukung Jokowi -Ma'ruf Amin di DPR hasil Pemilu Legislatif tahun 2019.

Kedua, kekuatan politik primer hasil pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Dalam hal ini memenangkan koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin hasil Pilpres 2019.

Lalu ketiga adalah kekuatan politik sekunder. Dimana sepak terjang program, implementasi dan kinerja alat alat negara menguntungkan paslon Jokowi -Ma'ruf seperti proram deradikalisasi back to Pancasila, anti toleransi, anti fundamental dan lainnya.

"Keempat, kekuatan politik tersier seperti media massa, sepak terjang seperti kelompok -kelompok kepentingan dan penekan,dan buzzer," jelas Hidayat. 

Menurut Hidayat, pihak memiliki ide untuk menunda pemilu atau memperpanjang masa jabatan melalui amandemen konstitusi berasal dari kelompok yang kuat secara politik. 

"Karena itulah mereka berani karena punya modal ini semua untuk apa untuk mengidealisasi tentang tunda pemilu karena mereka punya modal pengusungnya," pungkas Hidayat. (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi) 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved