Berita Bekasi

Kali Pertama UMJ-Attaqwa Berkolaborasi Tentang Penelitian Mitigasi Bencana

Penelitian ini digelar lapangan Desa Pantai Hurip, Tajung Air Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Yayasan Attaqwa berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk melakukan penelitian tentang mitigasi bencana. Penelitian ini digelar lapangan Desa Pantai Hurip, Tajung Air Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BABELAN — Untuk pertama kalinya Yayasan Attaqwa berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam kegiatan penelitian tentang mitigasi bencana

Penelitian ini digelar lapangan Desa Pantai Hurip, Tajung Air Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Antropolog Dr. Khaerul Umam Noer, mengatakan menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya adalah hibah riset keilmuan yang digagas oleh LPDP dan Kemdikbudristek RI.

UMJ memiliki empat tim peneliti, namun hanya tim peneliti dari FISIP yang berfokus pada Skema Riset Kemanusiaan, khususnya mengenai peran stakeholder dalam mitigasi bencana alam.

Baca juga: Utusan Pengajar Al-Azhar Mesir, Syeikh Abdelazis, Datang ke Indonesia Mengajar di Ponpes Attaqwa

"Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan peran stakeholder untuk mitigasi bencana alam, terlebih wilayah Desa Pantai Hurip sangat rawan dari banjir yang terjadi hampir setiap tahun;" kata Khaerul Umam Noer dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).

Diungkapkan oleh Khaerul, Selama proses penelitian, tim peneliti akan melakukan kunjungan langsung ke kantor desa, mewawancarai kepala desa, Badan Permusyawaran Desa, ketua RW, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum yang menjadi korban bencana alam. 

Selain itu tim peneliti akan melakukan wawancara dengan anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi, dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

Sebagai bagian dari program MBKM UMJ, penelitian ini ditujukan sebagai media pembelajaran secara langsung bagi mahasiswa untuk tinggal dan hidup di masyarakat.

"Sehingga mahasiswa tidak hanya mampu memahami teori kebijakan, namun mengerti bagaimana realitas di lapangan," katanya.

Baca juga: Ponpes Attaqwa Gelar Kompetisi Santri Tahunan

Perwakilan dari Yayasan Attaqwa, KH Abdul Fatah menyambut baik pelaksanaan penelitian yang dilakukan, sebab selama ini beberapa kegiatan kampus di Tanjung Air lebih banyak kegiatan KKN, belum pernah kegiatan penelitian.

"Kami berharap bahwa penelitian ini mampu menjadi pengalaman bagi mahasiswa sekaligus jembatan aspirasi masyarakat desa sehingga pemerintah mampu lebih cepat tanggap ketika terjadi bencana alam di desa," ucapnya.

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved