Perang Rusia Ukraina

Roman Abramovich Boss Chelsea Diberitakan Keracunan Senjata Kimia di Kiev, Sempat Tak Bisa Melihat

Roman Abramovich dan dua juru runding Ukraina diberitakan keracunan senjata kimia, saat melakukan perundingan damai di Kiev.

Penulis: AC Pinkan Ulaan | Editor: AC Pinkan Ulaan
tangkapan layar YouTube Sky Sports
Roman Abramovich dan dua juru runding Ukraina diberitakan keracunan senjata kimia, saat melakukan perundingan damai di Kiev, Ukraina, awal bulan ini. Keteranan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM -- Roman Abramovich keracunan di Kiev, Ukraina, yang menyebabkan boss klub sepak bola Chelsea ini kehilangan penglihatannya selama beberapa jam.

Demikian diwartakan oleh harian Inggris, Daily Mail semalam.

Namun yang lebih mengejutkan, miliuner Rusia ini tidak sendirian sebab ada dua juru runding Ukraina juga mengalami hal yang sama.

Abramovich adalah salah satu juru runding, atau negosiator, dalam perundingan damai antara Rusia dan Ukraina. Tentu saja Abramovich mewakili pihak Rusia, namun dia masuk ke tim atas permintaan Ukraina.

Senjata kimia

Peristiwa keracunan itu sendiri terjadi pada pekan lalu setelah pertemuan negosiasi dengan pihak Ukraina, menurut sumber Daily Mail.

Konon, Abramovich dan dua juru runding senior Ukraina mengalami sakit di bagian mata, dan mata mereka memerah. Akibatnya, oligarki Rusia itu tak bisa membuka matanya selama beberapa jam. Selain itu, kulit di bagian wajah, tangan, dan kaki mengelupas.

Untuk Abramovich, dia segera dilarikan ke Turki untuk mendapat perawatan. Tidak disebutkan nasib dua negosiator Ukraina.

Menurut para analis di media investigasi asal Belanda, Bellingcat, gejala yang muncul di tiga orang juru runding itu memiliki kesamaan dengan gejala keracunan senjata kimia.

Menurut Bellincat, Abramovich, seorang pengusaha Rusia lainnya, serta Rustem Umerov seorang menteri di Pemerintahan Ukraina, melakukan perundingan pada 3 Maret 2022 yang berakhir pada pukul 22.00.

Kemudian mereka meninggalkan tempat perundingan menuju sebuah apartemen. Pada saat di sana gejala-gejala itu muncul, dan rasa nyerinya di mata terasa sampai esok harinya.

Ketiga orang itu diketahui hanya makan cokelat dan minum air beberapa jam sebelum gejala muncul.

Konon ada orang keempat yang juga mengonsumsi makanan yang sama, tapi dia tidak mengalami gejala tersebut.

Pada tanggal 4 Maret, Abramovich, Umerov dan para juru runding lainnya dibawa naik mobil ke kota Lviv, lalu dari sana di bawa ke Polandia kemudian terbang ke Istanbul untuk melanjutkan perundingan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved