OTT Kejari Bekasi

Kajari Kabupaten Bekasi Sebut Penangkapan Dua Oknum BPK Jawa Barat Setelah Korban Pemerasan Melapor

penyidik berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang yang diduga hasil pemerasan kedua terduga pelaku terhadap korban.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
TribunBekasi.com
Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat melakukan operasi tangkap tangan (OTT)  terhadap dua orang aparatur negara berinisial APS dan HF (sebelumnya ditulis MP dan F), di ruang Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi atas dugaan tindak pidana pemerasan. 

TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG --  Dua orang aparatur negara berinisial APS dan HF (sebelumnya ditulis MP dan F), diamankan tim petugas Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT)  di ruang Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Bekasi atas dugaan tindak pidana pemerasan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi Ricky Setiawan Anas menjelaskan penangkapan itu, berdasarkan laporan korban atas tindak pemerasan oleh kedua aparatur yang diduga berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, APS diketahui merupakan Ketua Tim sedangkan HF anggota tim audit BPK Jawa Barat.

APS dan HF diketahui menerima surat tugas dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan pemeriksaan terinci atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2021 pada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Baca juga: Apresiasi Kinerja KPK OTT Rahmat Effendi, Warga Kaliabang Tengah Cukur Rambut jadi Botak

Baca juga: Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin Terjaring OTT KPK, Harta Kekayaannya Sampai Rp 85 Miliar

Keduanya bertugas selama 30 hari di BPKD Kabupaten Bekasi.

Dari penangkapan keduanya, penyidik berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang yang diduga hasil pemerasan kedua terduga pelaku terhadap korban.

"Uang sedang kita hitung, lumayan banyak, ada ratusan juta. Kedua orang ini kita amankan selama satu kali 24 jam, nanti setelah alat bukti cukup kita tingkatkan statusnya. Mereka ditangkap di satu tempat. Di hotel cuma penggeledahan. Tidak ada tersangka lain," tutur Ricky di Kejari Kabupaten Bekasi, Rabu (30/3/2022).

Pihaknya hingga kini masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan alat-alat bukti.

BERITA VIDEO : KEJARI KABUPATEN BEKASI AMANKAN DUA ASN KETIKA OTT DI PEMKAB BEKASI

Ricky memastikan dalam waktu dekat sudah ada penetepan hukum lebih lanjut terkait penangkapan hari ini.

"Secepatnya, paling tidak besok pagi kami akan melakukan rilis ulang dengan memanggil teman-teman. Yang pasti kasusnya dugaan pemerasan berdasarkan laporan. Kalau ada yang diperas, berarti ada yang tidak senang. Dasar penangkapan, laporan dari korban yang keberatan dengan pemerasan itu," kata Ricky. 

Ditangkap di ruang BPKD

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemkab Bekasi, Rabu (30/3/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas menjelaskan OTT tersebut bukan terkait dugaan kasus korupsi, namun pemerasan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved