Berita Kriminal

Ruang BPKD Disegel Kejari Kabupaten Bekasi Setelah Dua Oknum Auditor BPK Jawa Barat Ditangkap

Tim dari Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penyegelan di ruang BPKD Kabupaten Bekasi, pada Kamis (31/3/2022).

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Panji Baskhara
TribunBekasi.com/Rangga Baskoro
Tim dari Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penyegelan di ruang BPKD Kabupaten Bekasi, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Tim dari Kejari Kabupaten Bekasi melakukan penyegelan di ruang BPKD Kabupaten Bekasi, Kamis (31/3/2022).

Penyegelan dilakukan setelah Kejari Kabupaten Bekasi operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang oknum auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.

Penangkapan tersebut atas kasus pemerasan di kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah tim penyidik Kejari Kabupaten Bekasi memasuki ruangan Sekretaris BPKD.

Beberapa lama kemudian, para penyidik terlihat keluar dan melakukan penyegelan ruangan. 

Namun, pihak kejari yang melakukan penyegelan belum mau banyak berkomentar atas kegiatan tersebut.

"Nanti dulu ya, nanti pasti diinformasikan," kata Kasi Pidana Khusus, Barkah Dwi Hatmoko di lokasi.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Kabupaten Bekasi Kejari Kabupaten Bekasi melakukan OTT tehadap dua oknum pegawai BPK.

Dalam OTT tersebut, tim Kejari Kabupaten Bekasi mengamankan uang sebesar Rp 350 juta dari sebuah hotel yang diduga ditempati kedua palaku.

Penangkapan dua oknum auditor BPK Jabar itu berawal dari pemeriksaan rutin yang dilakukan BPK terhadap realisasi laporan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Untuk memanipulasi hasil pemeriksaan, kedua oknum lantas meminta sejumlah uang.

Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas mengungkapkan, pemeriksaan rutin oleh perwakilan BPK Jabar yang dilakukan tersangka AMR dan HF.

Kemudian terhadap temuan BPK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, AMR meminta sejumlah uang sejumlah Rp 20 juta ke masing-masing puskesmas, dengan total 17 puskesmas dan Rp 500 juta pada RSUD Cabangbungin.

"Selanjutnya pada tanggal 28 Maret 2022, AMS kembali menghubungi M untuk langsung dan menyerahkan uang kepada kedua okunum tersebut."

"Dimana dr A (Forum Puskesmas) menyiapkan uang Rp 250 juta dan dr M (RSUD Cabangbungin) menyiapkan uang Rp 100 juta,"

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved