Ramadan

Salat Ibadah Tarawih di Masjid Al Barkah Kota Bekasi Kini Tak Dibatasi Lagi, Terpenting Tetap Prokes

"Jamaah lebih pada kesadaran penyesuaian dan menjaga diri. Namun tetep kita menghimbau agar jamah memakai peralatan ibadah masing masing,"

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN --- Menyambut bulan suci Ramadan, pengurus Masjid Al Barkah di Kota Bekasi tengah melakukan persiapan untuk pelaksanaan salat tarawih.

Dalam pelaksanaan nanti, protokol kesehatan masih menjadi prioritas yang harus diterapkan para jamaah.

Sekretaris Masjid Al Barkah, Mustain mengatakan sesuai dengan aturan yang ada, pelaksanaan salat tarawih pada ramadan kali ini akan menerapkan 100 persen kapasitas.

Tentu hal ini menjadi cukup positif setelah tahun lalu ada batasan.

Baca juga: Warga yang dalam Kondisi Tidak Sehat Dilarang Salat Tarawih, Berikut Ini Penjelasan MUI Kota Bekasi

Baca juga: MUI Kota Bekasi Segera Komunikasi dengan Pemkot Terkait Rapatkan Saf Salat

"Tapi tetap prinsipinya kita sebagaimana himbauan MUI shaf sudah bisa dirapatkan dan tetep prokes (memakai masker)," kata Mustain, Jumat (1/4/2022).

Meskipun saat ini kegiatan pelaksanaan ibadah terdapat sejumlah kelonggaran, tentunya para jemaah diminta untuk menyesuaikan sesuai kondisi yang ada.

Oleh karena itu tingkat kesadaran pun benar-benar harus dapat dijalankan dengan baik.

"Jamaah lebih pada kesadaran penyesuaian dan menjaga diri. Namun tetep kita menghimbau agar jamah memakai peralatan ibadah masing masing," katanya.

BERITA VIDEO : MASJID MUSARI/IN BASMOL PANTAU HILAL PAKAI TELESKOP VIXEN

Dalam pelaksanaan ibadah tarawih nanti, pihaknya juga mengaku tak ada persiapan khusus yang dilakukan.

Sebab, saat ini pun masjid-masjid yang ada pun juga sudah membuka kegiatan ibadah, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Terpenting prokes harus tetap dijalankan.

Sebelumnya, Sekertaris Umum MUI Kota Bekasi, Hasnul Kholid mengatakan telah mengizinkan masyarakat untuk merapatkan shaf salat saat melakukan ibadah di masjid saat Ramadan.

Namun, hal ini tidak dianjurkan bagi yang tengah dalam kondisi sakit.

"Kami tetap MUI Kota Bekasi rapatkan shaf nggak ada masalah. Tapi tetap prokes. Mereka bawa sajadah, pakai masker, dengan catatan bagi yang sakit, meriang, panas jangan ke masjid dulu," kata Hasnul Kholid, Senin (28/3/2022).

Diperbolehkan masyarakat untuk dapat merapatkan shaf salat saat ramadan ini, juga sesuai apa yang disampaikan oleh MUI Pusat beberapa waktu lalu. 

Setelah MUI Kota Bekasi berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi, maka menyesuaikan kondisi Covid-19 di Kota Bekasi diputuskan untuk diperbolehkan merapatkan shaf salat.

"Kalau rapatnya shaf kita sudah menganjurkan. Kita rapatkan shaf. Karena sudah aman. Silahkan tarawih, Silahkan nusul Qur'an, Silahkan tadarusan, Silahkan, MUI memberikan maklumat Silahkan tidak masalah, tapi tetap prokes," ucapnya. 
 
 
 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved