Berita Pendidikan

Siswa SMPN 2 Kota Bekasi Bahagia bisa Belajar di Sekolah lagi

Para pelajar SMPN 2 Kota Bekasi bahagia bisa sekolah tatap muka lagi, dan berharap pandemi Covid-19 berakhir.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Joko Supriyanto
SMPN 2 Kota Bekasi telah melaksanakan PTM 100 persen mulai 4 April 2022, dengan pembagian 2 sif. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Senin (4/4) pagi ini suasana SMPN 2 Kota Bekasi terlihat berbeda dari sebelum-sebelumnya.

Lebih ramai dan hidup seperti masa sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Pasalnya kapasitas kelas sudah dibuka 100 persen, sehingga semua siswa sudah boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Hal ini pun disambut baik oleh para pelajar, karena bisa merasakan sekolah seperti layaknya bersekolah.

Salah satunya adalah Andi (14), yang mengatakan dirinya senang akhirnya kembali ke sekolah.

"Yang pasti senang ya, karena kan bisa ketemu lagi sama teman-teman juga. Karena dulu sempat ketemu di sekolah tapi akhirnya ada PJJ lagi karena Covid-19 naik. Ya yang pasti senang," kata Andi, Senin (4/4/2022).

Dikatakan Andi, dirinya merasa lebih nyaman mengikut kegiatan belajar di sekolah dibandingkan belajar secara daring atau online. Menurut dia kegiatan belajar secara online terkadang membuatnya cepat bosan.

"Karena tiap hari cuma liat layar laptop belajarnya. Sudah gitu terbatas juga kan, kalau mau tanya. Sosialisasi ke temen juga terbatas. Jadi memang lebih senang ke Sekolah," katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Firda (13), meskipun sesuai aturan PTM tetap diberlakukan menjadi dua sif.

"Ya berharap pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. PTM terus berlanjut dan enggak ada lagi kegiatan PJJ. Karena lebih senang PTM dibandingkan PJJ," ujarnya.

Sif

Untuk informasi, Dinas Pendidikan Kota Bekasi kembali memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen mulai April, dan PTM 100 persen dibagi menjadi dua sif.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah, mengatakan pemberlakuan PTM 100 persen ini menyusul angka kasus Covid-19 di Kota Bekasi yang sudah landai, serta beberapa kelonggaran yang mulai diterapkan oleh Pemerintah.

"Jadi nanti itu 100 persen ini dibagi menjadi dua sif, pagi dan siang, tetap menjaga jarak. Jadi tidak sekaligus masuk, tapi ada dua sif," kata Inayatullah pada Jumat (25/3/2022).

Menurut Inayatullah pelaksanaan PTM 100 persen ini nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Pasalnya pihak sekolah yang memahami betul Kondisi anak didiknya dan lingkungan sekolah.

"Jadi kami hanya regulasinya saja, yang penting mereka bisa belajar. Nanti teknis pembagian (sif) sekolah yang menentukan, mau 2 sif, 3 sif. Tapi tetap dalam satu kelas harus dikurangi (jumlah siswa) tapi tetap masuk semuanya," katanya.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved