Ramadan

Sejarah Masjid Jami Kalipasir, Tempat Ibadah Tertua di Kota Tangerang, Kini Menginjak Usia 446 Tahun

Masjid Jami Kalipasir merupakan Masjid tertua di Kota Tangerang, yang kini telah berusia 446 tahun.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com/Gilbert Sem Sandro
Masjid Jami Kalipasir merupakan Masjid tertua di Kota Tangerang, yang kini telah berusia 446 tahun, Rabu (6/4/2022). 

TRIBUNBEKASI.COM - Masjid Jami Kalipasir merupakan Masjid tertua di Kota Tangerang, yang telah berusia 446 tahun.

Selain menjadi Masjid tertua, Masjid Jami Kalipasir juga menjadi saksi sejarah perkembangan agama Islam di Banten.

Melalui pantauan Wartakotalive.com, Masjid Jami Kalipasir berada di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang dan berdiri di tengah permukiman warga.

Masjid Jami Kalipasir itu menghadap ke arah barat, tepatnya menghadap arah aliran Sungai Cisadane.

Dan pada bagian halaman depan Masjid Jami Kalipasir, terdapat ratusan makam para ulama yang merupakan pemuka agama muslim di Kota Tangerang.

Sekretaris DKM Masjid Jami Kalipasir, Raden Rudi Rahendra mengatakan, Masjid Jami Kalipasir berdiri pada tahun 1576.

Mulanya Masjid Jami Kalipasir hanyalah sebuah gubuk yang berpondasikan empat buat tiang yang terbuat dari batang pohon kelapa.

Jika menilik lebih jauh, gubuk tersebut dibagun oleh Ki Tanggar Jati pada tahun 1416, yang berasal dari Kerajaan Galuh Kawali.

"Sejarah Masjid Kalipasir ini kalau kita kembali kebelakang lebih jauh, dibangun sejak tahun 1416 oleh Ki Tanggar Jati yang berasal dari Kerajaan Galuh Kawali," ujar Raden Rudi Rahendra saat diwawancarai Wartakotalive.com, Rabu (6/4/2022).

"Ki Tanggar Jati itu datang kesini hanya membersihkan dan bernyanyi kawasan ini, karna kawasan ini dulu hutan, dan dia membangun gubuk disini menggunakan empat batang pohon kelapa," imbuhnya 

Kemudian ratusan tahun selanjutnya pada tahun 1576, para ulama singgah di Masjid Jami Kalipasir.

Hal itu lantaran saat itu melihat Masjid Jami Kalipasir berdiri di tepi sungai Cipamungkas (nama dulu Kali Cisadane).

"Namun setelah Ki Tanggar Jati, entah bagaimana tidak diteruskan kembali pembangunannya."

"Kemudian ada utusan para alim ulama dari Demak, Jawa Tengah, berkunjung ke Banten, bertujuan menyiarkan agama islam," kata dia.

Halaman
123
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved