Ramadan

Budaya Unik Masjid An-Nawier, Masjid Tertua di Jakarta Barat: Salat Tarawih Telat 1 Jam dari Isya

Dikky menjelaskan budaya mengulur waktu salat tarawih sudah berlangsung ratusan tahun

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dedy
Warta Kota
Suasana Masjid An-Nawier di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat Jumat (8/4/2022) (Desy Selviany) 

TRIBUNBEKASI.COM --- Berbeda dengan masjid lainnya, salah satu masjid tertua di Jakarta Masjid An-Nawier memiliki budaya unik saat salat tarawih.

Masjid yang sudah berdiri sejak tahun 1760 itu baru melaksanakan tarawih pukul 20.00 WIB.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An Nawier Ustad Dikky Bashandid mengatakan penguluran waktu tarawih usai salat Isya merupakan kesengajaan.

Hal itu agar jemaat Masjid An-Nawier memiliki waktu luang untuk menyantap buka puasa dan beristirahat usai makan.

Baca juga: Sejarah Masjid Jami Kalipasir, Tempat Ibadah Tertua di Kota Tangerang, Kini Menginjak Usia 446 Tahun

Baca juga: Warnai Ramadan 1443 H, Masjid Istiqlal Hadirkan Penceramah dari Dokter hingga Tentara

"Masjid kita ini melaksanakan tarawih berbeda, yakni waktu yang dilaksanakan agak mengulur daripada waktu awal Isya, jadi mereka yang selepas berbuka puasa untuk istirahat," ujar Dikky ditemui Jumat (8/4/2022).

Dikky menjelaskan budaya mengulur waktu salat tarawih sudah berlangsung ratusan tahun di masjid yang terletak di Jalan Pekojan no 79, Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Hal itu dilakukan karena umat masjid An-Nawier bukan hanya warga sekitar. Melainkan juga banyak musafir yang mampir untuk salat magrib dan berbuka puasa.

BERITA VIDEO : MASJID AGUNG AL BARKAH DIPENUHI JEMAAH

Maka dari itu Masjid An-Nawier selalu menyediakan takjil untuk jemaat. Biasanya takjil diberikan oleh dermawan atau warga sekitar.

"Takjil yang diberikan kepada jemaah memang kualitas kehalalannya terjaga karena pengirimnya kita ketahui jelas," kata Dikky memastikan.

Saat Ramadan, jemaah Masjid An-Nawier bisa mencapai 300 hingga 400 jemaah. Namun saat salat Jumat, jemaah bisa mencapai 2.000an.

Karena waktu tarawih yang telat dibanding masjid lain, maka Masjid An-Nawier baru selesai tarawih pukul 22.00 WIB.

Setelah itu pukul 22.30 WIB dilanjutkan tadarus atau mengaji.

Selama Ramadan, speaker masjid tidak berhenti untuk melantunkan ayat suci Allah SWT.

Tadarus dilakukan setelah salat dzuhur, setelah salat ashar, sebelum tarawih, sesudah tarawih dan setelah salat subuh.

"Selama Ramadan kita tambah kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin," kata Dikky.

(Sumber : Warta Kota/Desy Selviany/Des)

 
 
  
 
 

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved