Berita Bekasi
Jasa Marga Catat Ada 4 Titik Rawan Kepadatan Selama Arus Mudik, Berikut Lokasinya
Selain itu, mengantisipasi kepadatan yang terjadi, Taufik menyebut jika Jasa Marga telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas
Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI TIMUR --- PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat ada empat titik rawan kepadatan selama arus mudik yang melintasi tol Jakarta-Cikampek.
Oleh karena itu, masyarakat di imbau untuk menghindari lokasi titik pontensi kepadatan itu.
General Manager Representative Office (RO) 1 JTTRD Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Muhammad Taufik Akbar mengatakan jika seluruh tol berpotensi terjadinya kepadatan saat arus mudik lebaran.
Namun berdasarkan catatanya ada empat yang rawan.
Dari empat itu diantaranya, pertemuan lalu lintas dari Jatiasih dan Rorotan (Cikunir), KM 48+000 pertemuan arus lalu lintas Japek Elevated dan Japek Eksisting, KM 50+600 pengurangan lajur lalu lintas dari 4 menjadi 3 lajur, KM 70+000 imbas dari antrean GT Cikampek Utama.
Baca juga: Polri Terapkan One Way dan Ganjil Genap saat Arus Mudik-Balik Lebaran, Ini Lokasi dan Jadwalnya
Baca juga: Polri Prediksi 23 Titik Ruas Jalan Tol Rawan Terjadi Kemacetan Saat Arus Mudik Lebaran
"Tadi seperti di pertemuan KM 48 sampai dengan simpang susun 66. Ini rawan kepadatan. Kemudian juga di gerbang tol Cikampek Utama, dan untuk arus balik di simpang susun 66 sampai KM 48. Nah ini selain di Cikunir ya," kata Muhammad Taufik Akbar, Jumat (15/4/2022)
Selain itu, mengantisipasi kepadatan yang terjadi, Taufik menyebut jika Jasa Marga telah mempersiapkan rekayasa lalu lintas atas diskresi Kepolisian untuk antisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik lebaran.
Adapun langkah antisipasi kepadatan diantaranya memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan sumbu 3 ke atas, melakukan contra flow, menarapkan one way, menempatkan petugas di lokasi-lokasi rawan kepadatan dan kecelakaan, serta berkoordinasi dengan Kepolisian terkait.
BERITA VIDEO : PEMKAB BEKASI PERBAIKI JALAN INSPEKSI SALURAN KALIMALANG
"Untuk kebijakan one way diusulkan apabila kepadatan volume lalin atau beban ruas di Km 66 di atas 11 ribu sampai 12 ribu kendaraan per jam. Meski demikian kebijakan one way merupakan diskresi pihak kepolisian," katanya.
Selain itu untuk mengantisipasi beberapa titik kepadatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek dalam hal transaksi, Jasa Marga mengoptimalkan gardu operasi pada GT Cikampek Utama 1 yaitu sebanyak 7 Gardu dan GT Cikampek Utama 2 sebanyak 7 gardu, serta penambahan 6 gardu reversible.
Jasa Marga juga menyiapkan 8 gardu satelit untuk arah Cikampek dan 7 gardu ditambah 3 Obligue Approach Booth (OAB) untuk arah Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bekasi/foto/bank/originals/Muhammad-Taufik-Akbar.jpg)