FGD Golkar

FGD Golkar DKI-Warta Kota: Serap Aspirasi Budayawan dan Pelaku Industri Kreatif Soal Nasib Jakarta

Masukan dari berbagai bidang industri kreatif dan budaya diharapkan bisa memutar roda ekonomi Jakarta.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Dedy
Warta Kota
Poster FGD seri kedua yang digelar DPD Partai Golkar DKI Jakarta bersama Warta Kota, Minggu (17/4) sore WIB. FGD bertema "Jakarta Ibu Kota Ekonomi Kreatif" ini berlangsung di Kantor DPD Golkar DKI, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat dan akan disiarkan secara langsung. 

TRIBUNBEKASI.COM --- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta ingin mendengar aspirasi masyarakat khususnya dari kalangan budayawan, sineas, dan pemangku kepentingan terkait perihal nasib Jakarta setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara atau IKN yang dipindah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Harapan tersebut akan diserap melalui focus group discussion (FGD) seri kedua yang digelar DPD Partai Golkar DKI Jakarta bersama Warta Kota secara hybrid, Minggu (17/4) mulai pukul 14.30 WIB.

FGD bertema "Jakarta Ibu Kota Ekonomi Kreatif" ini berlangsung di Kantor DPD Golkar DKI, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat dan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Warta Kota Production, Facebook Warta Kota, dan Instagram @wartakotalive.

Selain Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar, hadir sebagai pembicara yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, budayawan Ridwan Saidi, serta sineas Swastika Nohara.

Baca juga: Seniman TIM Keluhkan Jakpro yang Dinilai Tak Konsisten dengan Hasil FGD

Baca juga: PSI Imbau Pemprov DKI Libatkan Daerah Penyangga Dalam RUU Kekhususan Jakarta Pasca Pemindahan IKN

Dijadwalkan hadir pula Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Andhika Permata, perwakilan LKB Biem Benjamin, anggota Akademi Jakarta Margani M Mustar, dan perwakilan dari media Tribunnetwork yakni Serambi Indonesia serta Tribun Kaltim.

Dua perwakilan yang disebut terakhir bergabung secara online.

Mereka nantinya akan berbagi pandangan perihal nasib Jakarta setelah tak lagi menjadi IKN.

Menurut Zaki, FGD yang digelar bersama Warta Kota ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya.

Sekadar mengingatkan, 22 Maret lalu dilangsungkan FGD seri pertama bertema "Bagaimana Sistem Pemerintahan Jakarta Setelah Tak Lagi Menjadi Ibu Kota?".

BERITA VIDEO : FGD GOLKAR: BAGAIMANA SISTEM PEMERINTAHAN JAKARTA SETELAH TIDAK LAGI MENJADI IBU KOTA?

"Kami ingin menyerap sebanyak-banyaknya aspirasi, masukan, saran, mungkin juga kritik untuk membentuk Jakarta di masa yang akan datang," kata Zaki ditemui di kawasan Lagoa, Koja, Jakarta Utara, kemarin siang.

Nantinya segala aspirasi dari masyarakat tersebut akan diteruskan melalui DPRD dan pemerintahan untuk bagaimana membentuk Jakarta setelah tidak lagi ditetapkan menjadi IKN.

Masukan dari berbagai bidang industri kreatif dan budaya diharapkan bisa memutar roda ekonomi Jakarta.

Sehingga wilayah tersebut tetap dapat bergeliatan meski tidak lagi berstatus ibu kota.

"Mudah mudahan FGD besok (hari ini--red) mendapatkan saran dan masukan untuk Partai Golkar dari para penggiat budaya, penggiat ekonomi kreatif di provinsi Jakarta. Bagaimana Jakarta ke depan setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Nah itu poin penting dari pertemuan besok (hari ini--red)," sambung politisi yang juga menjabat Bupati Tangerang itu.

Sementara itu Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco menyebut sedari dini semua pihak berkepentingan untuk memikirkan daya tarik Jakarta setelah tak lagi menjadi IKN.

"Kalau saya melihatnya apakah akan menjadi kota bisnis, kota budaya, dan sejarah. Mana yang lebih fokus. Misalnya nanti satu suara Jakarta menjadi menjadi pusat ekonomi kreatif, pemerintah perlu mendorong semua hal terkait seperti pendampingan, kesempatan permodalan, payung hukum, hingga pelatihan," ujar Baco. (jhs/eko)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved