Berita wisata

Pemerintah Himbau Masyarakat Berlibur Lebaran di Indonesia saja, Jangan ke Luar Negeri, ini Sebabnya

Kasus Covid-19 di sejumlah negara sedang naik, sehingga riskan terjadi penularan kepada PPLN.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay.com
Pemerintah mengimbau agar masyarakat jangan berlibur ke luar negeri dulu, karena kasus Covid-19 di sejumlah negara tengah meningkat. Keterangan foto: (Ilustrasi) 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA -- Hari Raya Idulfitri bukan hanya momen untuk pulang kampung bertemu orangtua dan sanak keluarga, melainkan juga momen berwisata.

Maka tak mengherankan bila daerah destinasi wisata dan atraksi wisata selalu ramai saat Lebaran.

Bahkan taksedikit masyarakat Indonesia yang berlibur ke luar negeri, memanfaatkan libur Lebaran.

Namun untuk tahun ini, Pemerintah mengimbau agar seluruh masyarakat tidak bepergian ke luar negeri pada saat libur panjang Hari Raya Idulfitri.

Kasus Covid-19 tinggi

Sebagaimana dilansir laman Sekretariat Presiden, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kondisi pandemi Covid-19 di luar negeri berbeda dengan di Indonesia, sehingga pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) Indonesia dikhawatirkan tertular.

“Dengan adanya libur panjang, masyarakat juga diimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri karena di negara lain situasinya tidak sama dengan di Indonesia, sehingga ada potensi penularan dari luar negeri,” ujar Menko Airlangga, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Presiden, Senin, 18 April 2022, selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Airlangga juga mengingatkan bahwa saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir sehingga masyarakat harus terus waspada. Sejumlah negara saat ini mengalami kenaikan kasus, misalnya di Tiongkok.

“Kita harus tetap waspada, dan kami lihat di beberapa negara termasuk di Shanghai, China itu terjadi kenaikan. Tentu kami tidak ingin bahwa kenaikan tersebut membawa virus yang nanti dibawa oleh PPLN kita ke dalam negeri,” imbuhnya.

Tetap pakai masker

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa sejumlah negara tetangga lain juga mengalami lonjakan kasus, misalnya Korea Selatan yang kasus hariannya mencapai ratusan ribu.

Untuk itu, Menkes mengingatkan agar masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, terutama memakai masker.

“Arahan dari Bapak Presiden kita harus hati-hati dan waspada, jangan sombong dan jemawa. Kita bisa melakukan pergerakan dengan lebih normal, tapi tetap harus hati-hati dan waspada. Paling penting adalah pakai masker, masker itu sudah menjadi gaya hidup. Saya lihat ibu-ibu yang punya jilbab, jilbabnya cokelat, maskernya cokelat, jilbabnya kuning, maskernya kuning. Jadi saya rasa bukan suatu hal yang aneh lagi,” ujar Menkes.

“Kita jaga terus disiplin memakai masker, tidak usah terlalu terburu-terburu mengikuti negara lain yang terlampau agresif, tapi kemudian malah naik lagi (kasusnya). Karena sayang momentum perbaikan yang sudah kita capai, dan ini juga akan sangat mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depannya,” tambahnya. (*)

Sumber: Sekretariat Presiden

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved