Ramadan

Enam puluh Remaja Ditangkap Polisi karena Kegiatan SOTR-nya Mengganggu Pengguna Jalan

Menurut Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Hengki, kegiatan sahur on the road (SOTR), lebih banyak negatifnya daripada positifnya.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. Polres Metro Bekasi Kota
Puluhan remaja diamankan polisi setelah menganggu ketertiban berlalu lintas saat menggelar SOTR di Bekasi. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Meski sejak awal Ramadan Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hengki, sudah mengumumkan melarang kegiatan sahur on the road (SOTR), tapi tetap saja ada warga yang nekat melakukannya.

Maka tidak mengherankan bila 60 peserta SOTR digelandang ke Mapolres Metro Bekasi Kota pada Sabtu (23/4) dini hari. Semua peserta SOTR yang masih remaja itu dianggap menganggu ketertiban lalu lintas.

Hal ini diungkapkan oleh Hengki pada Sabtu siang.

Katanya, para remaja itu melakukan arak-arakan hingga menutup jalan, dan membuat masyarakat pengguna jalan lainnya terganggu.

"Ini kami amankan tadi pagi sekitar pukul 03.00 karena mereka arak-arakan dari arah Jakarta, yang sangat menggangu ketertiban lalulintas. Ada 60 orang, terdiri dari 5 orang perempuan dan 55 pria. Kami mengamankan 51 kendaraan roda dua," kata Hengki.

Lebih banyak negatifnya

Di Mapolres Metro Bekasi Kota, kesemua remaja itu diperiksa, dan polisi tidak menemukan sejata tajam.

"Tidak ada (sajam), namun mereka banyak melanggar (aturan) lalu lintas seperti membuat kemacetan, tidak menggunakan helm, berboncengan 3, ini yang salah," katanya.

Hengki juga menyampaikan banyak kesalah-pahaman terkait kegiatan SOTR di kalangan remaja, sebab pada praktiknya mereka cenderung lebih banyak melakukan tindakan yang justru negatif daripada yang bermaslahat. Misalnya seperti kasus puluhan remaja di atas, mereka tidak tertib berlalu-lintas.

"Mereka mengemas ini seolah-olah mereka melakukan Sahur on the Road, tapi kenyataannya mereka sama sekali tidak melakukan sahur tapi melanggar ketertiban lalu-lintas," ujar Hengki.

Dari hasil pemeriksaan, para remaja ini diketahui datang dari Depok dan Jakarta ke Bekasi hanya untuk arak-arakan berkedok SOTR.

Petugas kepolisian kemudian memanggil orangtua para remaja tersebut, dan meminta mereka melakukan pembinaan kepada anak-anaknya.

"Kami panggil orangtuanya agar bisa lebih mengawasi anak-anaknya, karena kegiatan yang dilakukan mereka malam tadi kebanyakan sisi negatifnya," tandas Hengki.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved