Mudik Lebaran

Suparmin Mudik naik Sepeda Motor dan Berjalan pada Malam Hari, demi Irit dan Tidak Panas

Pemudik yang menggunakan sepeda motor menyatakan irit biaya menjadi alasan mereka memilih mudik naik sepeda motor.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribun Bekasi/Joko Supriyanto
Suparmin memilik mudik naik sepeda motor demi mengirit biaya perjalanan. 

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI SELATAN -- Kendaraan pemudik yang menggunakan sepeda motor semakin sering terlihat di wilayah Kota Bekasi, sejak akhir pekan lalu.

Para pemudik itu memang gampang dikenali, karena barang bawaan sangat banyak, berupa tas dan kardus yang diikat-ikat di tubuh sepeda motor.

Meski Hari Raya Idulfitri 1443H masih sekitar 6 hari lagi, sejumlah pemudik sudah melakukan perjalanan ke kampung halaman lebih awal, agar terhindar dari kemacetan dalam perjalanan. Bahkan banyak dari mereka justru melakukan perjalanan pada malam hari.

Jalan Ahmad Yani di Kota Bekasi merupakan salah satu jalan yang sering dilewati pemudik yang menggunakan sepeda motor. Jalan ini memang termasuk jalur mudik di wilayah Kota Bekasi.

Tidak panas

Salah satu pemudik yang melintas di Jalan Ahmad Yani adalah Suparmin (48), warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan lebih senang melakukan perjalanan mudik pada malam hari, demi menghindari terik matahari. Aplagi perjalanan ini dilakukan sambil menjalani ibadah puasa.

"Takut panas aja, biar enggak batal puasanya. Makannya saya berangkat malam hari," kata Suparmin, Selasa (26/4/2022).

Nurut Pemerintah

Diungkapkan oleh Suparmin, hampir dua tahun dirinya tidak mudik Lebaran karena aturan larangan mudik dari Pemerintah. Ditambah pekerjaanya sebagai pengemudi ojek online cukup sepi order selama 2 tahun terakhir ini, sehingga dia tak punya cukup uang untuk ongkos pulang kampung.

Namun tahun ini, setelah situasi Covid-19 membaik, dan Pemerintah mengizin masyarakat untuk mudik lebaran, maka Suparmin tak membuang kesempatan tersebut untuk melepas rindu akan kampung kelahirannya di Solo, Jawa Tengah.

"Tidak mudik, waktu itu saya hanya lihat berita aja, enggak pulang sama sekali karena ada Covid-19. Makanya saya memutuskan tidak mudik. Sekarang senang banget (bisa mudik)," katanya.

Irit

Diungkapkan oleh Suparmin, untuk mudik kali ini dirinya hanya mengandalkan kendaraan roda duanya, yang juga menjadi alat pencari nafkah di Jakarta.

"Karena lebih irit aja makannya pakai motor. Kalau pakai motor paling bensin itu abis Rp100.000-an," katanya.

Perjalanan saat ini juga bukan pengalaman pertamanya mudik menggunakan sepeda motor

Dia berangkat dari kawasan Lentengagung, Jagakarsa, Jakarta Selatan setelah buka puasa tadi.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, dia memperkirakan perjalanan ke Solo akan memakan waktu 11 sampai 12 jam, dan akan tiba di rumah pada Rabu (27/4) pagi.

Sumber: Tribun bekasi
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved