Hari Raya Idulfitri

Tak Banyak yang Tahu Tiket TMR Hanya Dijual Secara Daring dan Dipesan Sehari Sebelum Kedatangan

Bnayak orang tidak tahu tiket tempat wisata Ragunan harus dibeli secara daring sehari sebelum kedatangan.

Penulis: Gilar Prayogo | Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Gilar Prayogo
Banyak calon pengunjung Taman Margasatwa Ragunan (TMR) batal berwisata karena tak tahu harus beli tiket secara daring sehari sebelumnya. Keterangan foto: (Ilustrasi) Patung orangutan di TMR. 

TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA - Taman Margasatwa Ragunan (TMR) tetap menjadi favorit masyarakat Jabodetabek di masa libur Lebaran ini.

Pengunjung terus berdatangan ke tempat wisata yang terletak di Jakarta Selatan itu pada H+4 Lebaran.

Kendati demikian tak sedikit pengunjung yang tidak bisa masuk karena belum memiliki tiket yang harus dibeli secara daring (online) paling lambat sehari sebelumnya.

Rupanya mereka tidak tahu tiket masuk Ragunan harus dibeli secara daring H-1 kedatangan, dan tidak paham cara membeli tiket daring.

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi sekira pukul 11.15 WIB, terlihat beberapa pengunjung terpaksa meninggalkan Ragunan karena belum punya tiket masuk.

Seperti yang dialami Rohman (35), warga Pulogadung, Jakarta Timur, karena dia tidak mengetahui persyaratan yang diberlakukan oleh pengelola TMR.

"Enggak tahu (daftar online), biasanya kan beli tiket di pintu 1. Sekarang di masa pandemi harus online," katanya.

Sesuai aturan

Menanggapi sutuasi itu, Staf Pelayanan dan Informasi Kehumasan Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Wahyudi, kembali menegaskan bahwa pihak pengelola tidak menolerir alasan calon pengunjung yang tidak mendaftar sebelumnya.

"Kami menjalankan aturan untuk tidak memfasilitasi pengunjung yang tidak mendaftar secara online," kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, hal tersebut demi menerapkan protokol kesehatan sebagai pencegahan penularan Covid-19.

"Karena begini saja sudah banyak pengunjungnya. Apalagi kalau nanti kami memfasilitasi pengunjung yang tidak mendaftar online. Ini artinya nanti protokol kesehatan tidak berjalan secara efektif," ujarnya.

Pihaknya, katanya, tetap mematuhi bahwa maksimal pengunjung yang masuk ke Ragunan sebanyak 75 persen kapasitas, atau 45.000 orang, per hari. (m34)

Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved