Berita Daerah

TKW Muda Asal Tulungagung Menolak Dijadikan Istri Kedua, Sang Majikan di Brunei Darussalam Ini Murka

Seorang tenaga kerja wanita (TKW) diniata oleh majikan di Brunei Darussalam hanya gara-gara menolak dinikahi atau dijadikan istri kedua majikan.

Editor: Panji Baskhara
Tribunnews.com
Seorang tenaga kerja wanita (TKW) diniata oleh majikan di Brunei Darussalam hanya gara-gara menolak dinikahi atau dijadikan istri kedua majikan. 

TRIBUNBEKASI.COM - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) diniata oleh majikan sendiri menjadi perbincangan publik.

TKW asal Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur tersebut menjadi korban kekerasan dilakukan majikan di Brunei Darussalam.

TKW korban kekerasan oleh majikan tersebut akhirnya berhasil dipulangkan dari Brunei Darussalam.

Perempuan muda tersebut jadi korban penganiayaan, karena menolak dinikahi oleh majikan sendiri.

Baca juga: Menolak Dinikahi Jadi Penyebab Utama TKW Muda Asal Tulungagung Dianiaya Majikan di Brunei Darussalam

Baca juga: TWK Muda Asal Tulungagung Jadi Korban Penganiayaan Majikan Telah Dipulangkan dari Brunei Darussalam

Baca juga: Seorang TKW Muda Asal Tulungagung Mejadi Korban Kekerasan Majikan di Brunei Darussalam

"Jadi majikannya ini naksir pekerja migran perempuan ini. Majikan mau menjadikan istri kedua," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung, Agus Santoso.

Penolakan dari Bunga, sebut saja demikian, membuat majikannya marah.

Ia sering mendapat kekerasan fisik hingga mengalami luka-luka lebam.

Laporan ini lalu sampai ke MRC, dan ditindaklanjuti dengan melakukan mediasi.

"Pada dasarnya kita tidak bisa mengambil tenaga kerja migran yang terikat kontrak. Prosesnya harus lewat mediasi dulu," sambung Agus.

Dalam proses mediasi ini, Bunga dengan dampingan Migrant Worker Resource Centre (MRC) bisa membuktikan kesalahan si majikan.

Salah satunya bukti penganiayaan yang dialaminya.

Karena itu pihak majikan harus memberikan kompensasi kepada Bunga.

TKW asal Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur jadi korban kekerasan yang dilakukan majikan sendiri di Brunei Darussalam.

 

"Jadi kontraknya bisa diakhiri, dan pihak majikan memberikan kompensasi," tutur Agus.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved