Berita Nasional

Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh Dinilai Paling Berbeda Dibanding Ketum Partai Politik Lainnya

Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh dinilai paling berbeda dibanding ketum partai politik lainnya.

Editor: Panji Baskhara
Kolase Tribunnews.com
Megawati Soekarnoputri dan Surya Paloh dinilai paling berbeda dibanding ketua umum partai politik lainnya. Foto Kolase: Ketua Umum PDIP Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. 

TRIBUNBEKASI.COM - Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau Megawati Soekarnoputri dinilai paling berbeda dibanding ketua umum partai politik lainnya.

Tidak hanya Megawati Soekarnoputri yang sebagai Ketua Umum PDIP, ternyata Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga disebut demikian.

Hal ini disampaikan langsung Ketua Umum Ormas Jaringan Rakyat Nusantara (Jari Nusantara), Bambang Mugiarto.

Megawati dan Surya Paloh dinilai mampu menghadirkan iklim demokrasi di Indonesia menjadi lebih otentik.

Sebab, keduanya tidak menggunakan posisi dipartai yang dipimpinnya untuk agenda politk pribadinya, terutama di Pilpres 2024.

Baca juga: Presiden Jokowi Silaturahmi ke Kediaman Megawati, Bahas Apa?

Baca juga: Dorce Gamalama Blak-blakan Nominal Bantuan dari Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Langsung Merespon Permohonan Dorce Gamalama: Terima Kasih Banyak Ibu

"Berbeda dengan pemimpin partai politik kebanyakan, Bu Mega dan Bang Surya Paloh tidak memiliki agenda untuk nyaleg dan nyapres."

"Ini satu reputasi yang menjadi pembeda dengan pimpinan partai politik pada umumnya,” kata Bambang Mugiarto, di DPP Jari Nusantara, Jalan Perdatan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2022).

Di tengah situasi kepercayaan rakyat terhadap partai politik kian pudar, kata Bambang Mugiarto, sikap politik dua pemimpin partai ini menjadi penyangga demokrasi yang sehat.

Bahkan, iklim demokrasi di Indonesia menjadi lebih menjanjikan dan menjadi memiliki harapan.

Terutama dalam seleksi pemimpin nasional sebagai bentuk proses sirkulasi elit lima tahunan lewat pemilu sebagai prosedur formalnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved