Inspirasi

Meski Hanya Tamat SD, Hendi Buktikan Bisa Ubah Nasib dari Pemulung Jadi Spesialis Service AC

Tahun 2006, takdirnya mulai berubah. Berawal dari kenalan sales AC, orangtua Hendi mencoba menanyakan lowongan kerja.

Warta Kota/Rafsanzani Simanjorang
Hendi, sosok lelaki yang bisa mengubah nasibnya lewat ketekunan dari pemulung menjadi teknisi AC 

TRIBUNBEKASI.COM — Hendi, lelaki yang kini berusia 38 tahun, berhasil membuktikan bahwa dengan ketekunan, dia berhasil mengubah nasib dirinya sendiri.

Siapa yang menyangka, lelaki asal kampung pemulung, Jurang Mangu Barat, Kota Tangerang Selatan yang hanya tamatan SD di Indramayu itu, kini berprofesi menjadi spesialis service AC.

Masa lalunya tidaklah seindah orang-orang yang berada. Ayah ibunya merantau ke Jakarta untuk menjadi pemulung sejak era 1986'an. Kala itu, ia masih sekolah dasar.

Tamat SD, Hendi pun bergabung bersama orang tuanya memulung di Jakarta. Tak seperti teman-temannya yang lanjut kuliah, keterkendalaan dana membuat ia tak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Masa kecil dan masa remajanya pun dihabiskan untuk mencari barang-barang bekas, baik botol, tembaga hingga kardus bekas.

Baca juga: Sebanyak 5000 Buruh Kota Bekasi Bakal Turun ke DPR RI Peringati May Day

Baca juga: Baru Naik Sehari, Harga Emas Batangan Antam Hari Ini Jatuh Lagi Rp 6.000 Per Gram

Melamar kerja pun sulit karena izajahnya hanya tamatan SD.

Tahun 2006, takdirnya mulai berubah. Berawal dari kenalan sales AC, orangtua Hendi mencoba menanyakan lowongan kerja.

Modalnya bukanlah izajah melainkan hanya kejujuran dan ketekunan.

"Ibu yang tanyain, dan ternyata mereka mau merekrut saya jadi di tim kolektor. Itu 2006'an lah. Tahun 2008, saya ngajuin untuk jadi asisten teknisi. Saat itu ada teman yang mau gantian posisi. Bos saya sempat heran karena secara gaji, kolektor lebih tinggi dibanding teknisi saat itu. Tapi saya mikir masa depan," katanya di kampung pemulung, Jumat (13/5/2022).

Demi menjadi asisten teknisi, Hendi kerap bertanya ke teknisi senior apa-apa saja hal yang tak ia ketahui. Ia tekun belajar hingga waktu sekitar enam bulanan.

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Temukan Lagi Puluhan Anak Bergejala Serupa Hepatitis

Baca juga: Nadiem Makarim Ajak Mahasiswa Daftar Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Angkatan 2

"Saya pelajari semua penyakit AC, kompresornya bagaimana, kipasnya apa, kalau netes air bagaimana. Semuanya saya tanya," ucapnya.

Gara-gara kerap bertanya, Hendi tak jarang mendapat ejekan dari rekannya dulu. Ia bahkan dikata-katai sebagai orang yang kurang pintar.

"Ya memang saya tidak pintar, makanya saya bertanya. Dan inilah hasilnya. Teman saya yang nyeletuk dulu bahkan tidak jadi," katanya.

Menjadi teknisi, Hendi menyebut kerap menyelesaikan target yang diberi bos. Bahkan, hasil buah tangannya pun sangat memuaskan.

Halaman
12
Sumber: Wartakota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved