Tiga Partai Bersatu Cegah Pembelahan Sosial Akibat Pemilu, Ketum PAN: Menista, Membenci, Hilangkan!

Sebanyak tiga partai besar ini punya kesamaan visi yakni menyatukan Indonesia dan mengakhiri perpecahan akibat pemilu-pemilu sebelumnya.

Editor: Panji Baskhara
Istimewa
Sebanyak tiga partai besar ini punya kesamaan visi yakni menyatukan Indonesia dan mengakhiri perpecahan akibat pemilu-pemilu sebelumnya. Foto: Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (Kiri), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (Tengah) dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Kanan) 

TRIBUNBEKASI.COM - Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling bekerjasama karena adanya kesamaan visi.

Kesamaan visi itu yakni menyatukan Indonesia dan mengakhiri perpecahan akibat pemilu-pemilu sebelumnya.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

"Kita sudah 24 tahun reformasi, 2 kali pemilu terakhir kita punya pengalaman sukses, tapi juga punya dampak yang kurang baik."

Baca juga: Isu Airlangga Hartarto Digulingkan Hingga Munaslub Partai Golkar, Ini Tanggapan Ahmed Zaki Iskandar

Baca juga: Dugaan Upaya Menggoyangkan Kepemimpinan Airlangga Hartarto di Partai Golkar, Rocky Gerung: Biasa Lah

Baca juga: FGD Golkar DKI - Warta Kota: Jakarta akan Selalu jadi Daerah Khusus

"Oleh karena itu kami melakukan pertemuan kita melihat kejadian pemilu berapa kali, yang baik itu kita lanjutkan, tapi yang kurang pas akan kita perbaiki. Kita akhiri sengketa yang kemarin."

"Mari kita saling menyayangi, saling mencintai. Menista membenci kita hilangkan," kata Zulhas dalam pertemuan silaturahmi dengan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022).

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) ini menjelaskan pertemuan bersama Airlangga dan Suharso, merupakan langkah awal untuk menyatukan gagasan-gagasan koalisi.

"Bangsa kita bangsa besar, negara besar. Tidak mungkin diurus sendiri-sendiri. Perlu kebersamaan perlu ada politik gagasan."

"Itulah kami bertemu, selain silaturahmi Idul fitri. Jadi ada bersatunya, bersatu berdaulat maka kita bisa menjadi negara maju. Itulah gagasan-gagasan itulah kita bicarakan," jelas Zulhas.

"Itulah gagasan yang akan kita bangun bersama-sama, Golkar PPP dan PAN. Mudah-mudahan ini akan jadi awal bagi nanti dengan teman-teman lain bersama-sama bangun negeri merah putih yang kita cintai lebih maju lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pada Pemilu 2019 Partai Golkar memperoleh 85 kursi di DPR RI dengan jumlah suara sebesar 17.229.789 (12,31 persen).

Sementara PAN memperoleh 44 kursi dengan jumlah suara sebesar 9.572.623 (6,84 persen).

Kemudian PPP memperoleh 19 kursi dengan jumlah suara sebesar 6.323.147 (4,52 persen).

Jika ketiga partai ini berkoalisi pada 2024, maka koalisi ini sudah mencukupi ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

(TribunBekasi.com/BAS)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved