Covid19

Gara-gara Penyebaran Covid-19, Sektor Properti China Ambruk Hingga Jumlah Pengangguran Bertambah

Sektor properti jadi kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi China kini ambruk dan menyebabkan jumlah pengangguran bertambah dampak Covid-19.

Editor: Panji Baskhara
Shutterstock/creativeneko via Kompas.com
Ilustrasi: Sektor properti jadi kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi China kini ambruk dan menyebabkan jumlah pengangguran bertambah dampak Covid-19. 

TRIBUNBEKASI.COM - Sektor properti jadi kontributor besar bagi pertumbuhan ekonomi China.

Ternyata, properti China sampai saat ini pun masih belum kembali pulih sepenuhnya.

Hal itu dikarenakan munculnya kembali penyebaran virus corona atau Covid-19 awal 2022.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengakui, investasi para pengembang di properti telah turun 2,7 persen dalam kurun waktu 4 bulan pertama.

Baca juga: Hepatitis Akut Bikin Penderitanya Gagal Liver, Satgas Covid-19 PB IDI: Terpaksa Harus Dicangkok

Baca juga: Dinkes Kota Bekasi Evaluasi Kasus Covid-19 Dua Pekan Mendatang Usai Arus Balik Lebaran

Baca juga: Pemprov DKI Tak Punya Kebijakan Khusus Antisipasi Lonjakan Covid-19 usai Libur Lebaran

"Sedih rasanya ketika kita harus bahas China, sebuah negara yang dimana tadinya diharapkan menjadi lokomotif pemulihan ekonomi dunia."

"Namun, harus kembali terjerembab akibat adanya Covid 19, yang kembali jadi sebuah alasan bagi China untuk melakukan lockdown," ujar dia melalui risetnya, Selasa (17/5/2022).

Sementara itu, nilai penjualan rumah telah mengalami penurunan hingga 32 persen, dan saat melihat permintaan kredit secara fundamental telah mengalami penurunan akibat situasi dan kondisi yang ada.

"Tampaknya tindakan berikutnya lebih dari sekadar menurunkan tingkat suku bunga untuk dorong permintaan kredit," kata Nico.

Di sisi lain, segala cara tengah dilakukan China, mulai dari bauran kebijakan moneter hingga fiskal untuk menopang perekonomiannya agar tidak terseret lebih dalam akibat Covid 19.

Kemudian untuk waktu yang sangat lama, akhirnya China pertama kalinya menurunkan tingkat hipoteknya untuk para pembeli rumah, dan kembali mengumumkan pembukaan toko-toko di Shanghai secara bertahap.

Pemerintah dan bank sentral akan coba untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, sebelum data ekonomi yang berikutnya akan kembali dirilis.

Sebelumnya, Bank Sentral China pada hari Minggu kemarin akhirnya memangkas kisaran batas bawah suku bunga pinjaman dari sebelumnya 4,6 persen menjadi 4,4 persen.

"Hal ini dilakukan sebagai salah satu cara yang paling signifikan untuk meningkatkan pasar perumahan."

"Bank Rakyat China kembali mengatur tingkat fasilitas pinjaman jangka menengah pada hari Senin," tutur Nico

Selain itu, data telah mengkonfirmasi, perekonomian China pada April 2022 telah mendorong sektor industri dan konsumen ke level terlemahnya sejak tahun 2020.

"Akibat ditimbulkan oleh Covid pun tidak main main lho pemirsa, output industry sendiri turun 2,9 persen pada April, dan penjualan ritel telah turun 11,1 persen pada periode tersebut."

"Tidak hanya itu saja, tingkat pengangguran pun telah naik dari sebelumnya 6 persen menjadi 6,1 persen," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Sedih, Covid-19 Bikin Sektor Properti China Ambruk dan Tingkat Pengangguran Naik"

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved