Berita Nasional

Usai Salurkan BLT, Pos Indonesia Kini Kejar Target Perekaman Data dan Lokasi Rumah KPM

Perekaman data lokasi berikut rumah penerima bantuan sosial tersebut diperlukan oleh Kementerian Sosial untuk keperluan verifikasi dan validasi.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Petugas lapangan dari Pos Indonesia tengah merampungkan perekaman data lokasi berikut rumah penerima bantuan sosial. 

TRIBUNBEKASI.COM — Setelah menyelesaikan target penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng, PT Pos Indonesia (Persero) kini mengejar target rampungnya perekaman data lokasi dan berikut rumah penerima bantuan atau keluarga penerima manfaat (KPM).

Ketua Satgas Bansos Pos Indonesia, Hendrasari, mengatakan bahwa perekaman data lokasi berikut rumah penerima bantuan sosial tersebut diperlukan oleh Kementerian Sosial untuk keperluan verifikasi dan validasi.

"Setelah kami menyalurkan bansos, Kementerian Sosial memberikan tantangan untuk melengkapi data bansos berupa foto rumah dan geotagging. Hal ini diperlukan oleh Kemensos untuk verifikasi dan pembaruan validitas data Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," kata Ketua Satgas Bansos Pos Indonesia, Hendrasari, dalam pernyataan resminya, Rabu (18/5/2022).

Untuk mengakselerasi proses perekaman data tersebut, kata Hendrasari, jajaran manajemen Pos Indonesia mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki.

Pertama, Pos Indonesia melakukan percepatan untuk penyaluran bansos dengan tiga metode, yakni dibayarkan di Kantor Pos, melalui komunitas, dan diantarkan ke rumah KPM.

Baca juga: Pengambilan Dana Bansos, Bank DKI Diminta Prioritaskan Lansia, Anies Baswedan: Customer Platinum!

"Kedua, barulah dilakukan geotagging dan foto rumah  KPM. Jika bansos diantarkan langsung oleh petugas ke rumah KPM, maka berbarengan dilakukan geotagging dan foto rumah. Namun jika bansos diambil di Kantor Pos atau komunitas, proses geotagging dan foto rumah KPM dilakukan menyusul," ucap Hendrasari.

Tak hanya itu, untuk mempercepat proses perekaman data, Pos Indonesia bermitra dengan pemda setempat, karang taruna, pekerja sosial, hingga mahasiswa.

Setiap kelurahan disiapkan satu tim (terdiri dari satu hingga empat orang) untuk melakukan geotagging dan memotret rumah KPM. 

Dalam prosesnya di lapangan, petugas Pos melakukan perekaman data secara manual.

Petugas Pos mendatangi satu per satu rumah KPM sesuai lokasi yang tercatat di sistem data.

Baca juga: Bansos PKH Tahap 2 Cair Mei 2022, Ini Cara Cek Penerima dengan Mengakses cekbansos.kemensos.go.id

Setelah dilakukan geotagging, data akan masuk secara otomatis dan tercatat di dasbor Pos Indonesia.

Berbagai kendala ditemui petugas lapangan saat memotret rumah KPM dan melakukan geotagging, diantaranya kendala sinyal, dan jarak rumah yang jauh.

"Banyak daerah yang masih terjadi blank spot. Hal ini kita siasati dengan perekaman foto manual, geotagging dikirimkan setelah mendapatkan sinyal. Ada juga KPM yang rumahnya sangat jauh, tidak ada nomor rumah. Bahkan, di beberapa daerah kita harus menggunakan transportasi yang tidak rutin. Ada petugas yang baru bisa pulang seminggu kemudian, karena kalau bolak-balik biayanya mahal," terangnya.

"Saat ini 60 persen data sudah berhasil kita rekam foto dan geotagging. Harapannya, Mei tuntas atau maksimal Juni, khususnya di daerah selain 3T (terpencil, tertinggal, terdepan)," sambung Hendrasari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved